SELASA, 30 AGUSTUS 2016

ACEH --- Selama 11 tahun pasca konflik di Aceh, sejumlah kalangan menilai daerah ujung barat Indonesia tersebut masih banyak ketertinggalan. Terutama kemiskinan yang selama ini dinilai terus terjadi peningkatan.


“Sudah 11 tahun kita hidup tidak lagi dalam kondisi konflik atau dalam situasi yang damai, namun selama 11 tahun ini kita masih belum bisa bangkit dari bayang-bayang keterpurukan, masih banyak masyarakat kita yang miskin” ujar Rizky Yunanda, anggota Komunitas Demokrasi Aceh Utara (KDAU), kepada Cendana News, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, kemiskinan di Aceh terus meningkat juga menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mengelola anggaran dengan baik. Padahal, katanya anggaran Provinsi Aceh tiap tahunnya cukup banyak dan meningkat, terlebih adanya dana otonomi khusus (Otsus) yang mencapai triliunan.

Ia menambahkan, bukan hanya kemiskinan, pemerintah juga dinilai gagal meningkatkan sektor pendidikan. Sejauh ini pendidikan dan kemiskinan di Aceh sangat buruk bahkan dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia yang juga tertinggal.

“Kalau tidak salah, sejak 2008 hingga 2015, Aceh telah menerima dana Otsus lebih dari Rp. 40 triliun. Dana tersebut seharusnya dapat digunakan untuk melakukan berbagai sektor pembangunan termasuk pemberantasan kemiskinan dan masalah pendidikan yang masih sangat buruk” katanya.

Namun, Pemerintah Aceh, menurutnya gagal memanfaatkan limpahan dana otsus tersebut dengan baik. 

“Sepertinya ada yang salah dengan cara pengelolaan dana tersebut atau dana yang melimpah itu selama digunakan untuk berbagai kepentingan segelintir orang” lanjutnya.

Ia berharap, perlahan Pemerintah Aceh melakukan perubahan yang nyata di kedua sektor tersebut, kemiskinan dan pendidikan. 

“Saya dan semua masyarakat Aceh tentu berharap kita mulai berubah, ada perubahan nyata yang dilakukan, sehingga kemiskinan tidak semakin merosot, pendidikan kita semakin membaik” harap Rizky.

Untuk diketahui, sejak tahun 2008 hingga 2015, Provinsi Aceh, telah menerima dana otonomi khusus senilai Rp. 41,49 triliun. Tahun ini Presiden Jokowi bahkan menyetujui dana Otsus untuk Aceh meningkat menjadi Rp. 7,7 triliun.

Dana Otsus menjadi sumber penerimaan utama bagi pembangunan daerah yang dilanda konflik selama 30 tahun lebih. Dana Otsus tersebut akan diterima Aceh hingga tahun 2027 atau selama 20 tahun. Selama jangka waktu tersebut, Aceh diperkirakan akan menerima lebih dari Rp. 100 triliun.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: