JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

BATU --- Memasuki usianya yang ke-10 tahun, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) kembali mengadakan acara Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) untuk mengenalkan hasil penelitian dan teknologi yang telah di apai dalam kurun waktu satu dekade kepada masyarakat.


"Sebenarnya kegiatan ini rutin diadakan walaupun tidak setiap tahun. Awalnya 2005, 2008, 2010 kemudian baru diadakan lagi tahun 2016 ini karena bertepatan dengan momen memperingati 10 tahun BALITJESTRO dimana sebelumnya balai ini ditetapkan sebagai balai nasional eselon tiga pada tahun 2006 yang lalu,"Jelas Sugiatno, wakil ketua panitia kepada Cendana News, Jumat (5/8/2016).

Menurutnya, inti dari kegiatan BITE ini adalah untuk mempromosikan hasil teknologi dari BALIJESTRO kepada stake holder dan sekaligus mendekatkan kepada masyarakat. Hasil dari penelitian kami memang sudah banyak, tapi mungkin ada juga masyarakat yang belum. Oleh karena itu semoga melalui kegiatan ini masyarakat akhirnya bisa tahu hasil-hasil penelitian.

Disebutkan, acara yang berlangsung sejak kemarin ini banyak dihadiri perwakilan dari beberapa daerah di Indonesia seperti Bengkulu, Papua, Kalimantan Timur dan daerah-daerah yang merupakan penghasil buah Jeruk.

"Acara BITE ini kita adakan selama tiga hari mulai Kamis kemarin hingga hari Sabtu besok. Hari pertama kemarin kita me-launching varietas unggul tanaman Jeruk dan launching dua buah buku inovasi teknologi hasil karya peneliti BILITJESTRO dalam kurun waktu 10 tahun,"terangnya.

Ia menambahkan selain launching varietas dan buku, juga ada beberapa acara serta lomba diantaranya kontes buah Jeruk skala nasional, kursus inovasi berkaitan dengan komoditas yang ada di BALITJESTRO (perbenihan Jeruk, tanaman buah dalam pot, identivikasi varietas Jeruk, perbenihan Anggur dan Klengkeng). 

BITE kali ini juga di meriahkan pameran inovasi dari beberapa balai penelitian dan perguruan tinggi diantaranya balai penelitian sayuran dari Lembang, balai penelitian tanaman hias dari Bogor dan balai penelitian buah tanaman tropika dari Solok, Sumatera Barat serta perguruan tinggi yang diwakili Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah  Malang.


Sementara itu, ia mengatakan bahwa masyarakat yang datang ke acara BITE juga bisa berwisata petik Jeruk dengan hanya membayar tiket Rp.25.000,-.

"Dengan tiket tersebut, pengunjung bisa memetik 2-3 buah Jeruk untuk dikonsumsi di tempat dan 2 kilogram Jeruk untuk di bawa pulang,"ujarnya.

Selama buah Jeruknya masih tersedia, dihari-hari biasa masyarakat umum juga bisa datang untuk berwisata petik Jeruk maupun berkonsultasi. 

"Jam kerja kami Senin-Jumat,"pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: