SELASA, 30 AGUSTUS 2016

PROBOLINGGO --- Kerapan Sapi Merah merupakan salah satu lomba yang rutin diikutsertakan dalam memeriahkan ajang SEMIPRO (Seminggu di Probolinggo) yang menjadi agenda tahunan dari kota Probolinggo. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh pengerap setempat, tetapi juga diikuti pengerap dari Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.


"Kerapan Sapi merah tahun ini dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 30 hingga 31 Agustus 2016 dengan total peserta 96 pasang Sapi yang terdiri dari 48 pasang Sapi kategori besar dan 48 pasang Sapi kategori kecil," jelas ketua pelaksana, Hairul Mustafa kepada Cendana News, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, yang termasuk Sapi kerapan kategori kecil yaitu Sapi dengan umur 1 hingga 2 tahun. Sedangkan untuk Sapi kerapan kategori besar yaitu Sapi dengan usia diatas 2 tahun.

"Hanya saja tidak menutup kemungkinan jika Sapi tersebut pernah menjuarai beberapa turnamen, maka walaupun usianya masih di bawah 2 tahun sudah bisa di masukkan ke dalam Sapi kerapan kategori besar. Untuk hadiahnya sudah kami siapkan lima buah sepedah motor dan beberapa barang elektronik bagi para pemenang,"imbuhnya.

Lebih lanjut Mustafa menyampaikan, tujuan diselenggarakannya Kerapan Sapi Merah ini adalah untuk meningkatkan perekonomian di kota Probolinggo karena mampu menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang dan menyaksikan. Selain itu juga untuk meningkatkan nilai jual dari Sapi itu sendiri.

"Bagi Sapi yang berhasil menjadi juara tarutama pada kategori besar, maka nilai jualnya akan melambung hingga mencapai harga ratusan juta Rupiah. Otomatis hal tersebut juga akan meningkatkan perekonomian dari para peserta kerapan,"ungkapnya.


Ia juga mengatakan, karena telah mendapat fasilitas dari pemerintah kota (Pemkot) Probolinggo berupa lapangan permanen yang berada di jalan Progo Jrebeg Kulon Kecamatan Kedopok maka kedepannya Kerapan Sapi merah ini akan diadakan sebanyak empat kali dalam setahun.

"Paguyuban dan pemerintah juga memiliki keinginan agar juara dari kerapan sapi merah ini khususnya pada kategori besar, nantinya bisa mewakili kota Probolinggo ke ajang Nasional,"pungkasnya.

Sementara itu disebutkan karena Sapi kerapan adalah Sapi yang di pacu dengan kecepatan tinggi maka biasa para pengerap akan merawat dan memberikan perlakuan khusus kepada Sapi kerapannya agar staminanya tetap terjaga. Perlakuan khusus tersebut diantaranya dengan pemberian jamu-jamuan dan juga telur.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: