SELASA, 23 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Calon Jamaah Haji Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016 khusus lanjut usia mulai diberangkatkan dari masjid Agung Kubah Intan Kalianda menuju Islamic Center Bandar Lampung melalui satu kelompok terbang (kloter) khusus. 


Keberangkatan jemaah calon haji Kabupaten Lampung Selatan tersebut menurut Kepala Bagian Bina Mental Spritual Setdakab Lampung Selatan, A. Kholil, secara khusus diberangkatkan lebih awal untuk menghindari hal-hal tak diinginkan. Sebab menurut Kholil rencana keberangkatan akan dilakukan pada Bulan September.

Menurut Kholil, total jemaah calon haji asal Lampung Selatan terdaftar berjumlah sekitar 185 orang dengan rincian sebanyak 80 orang jemaah calon haji laki-laki dan sebanyak 102 orang jemaah calon haji perempuan. Meski berjumlah sebanyak itu namun tiga calon jemaah haji Lampung Selatan meninggal sebanyak 3 orang dikarenakan sakit diantaranya meninggal 2 calon jemaah laki-laki dan dua jemaah calon haji perempuan.

“Hari ini secara khusus diberangkatkan calon jemaah haji kloter 23 yang sudah lanjut usia agar lebih cepat berangkat dan melakukan penyesuaian di asrama haji Islamic center Rajabasa Bandar Lampung” ungkap A. Kholil yang juga petugas pendamping haji Lampung Selatan, Selasa (23/8/2016)


Menurut Kholil, pemberangkatan calon jemaah haji dilakukan selama dua kelompok terbang (kloter) diantaranya kloter 23 dan kloter 26 yang akan diberangkatkan dari Kabupaten Lampung Selatan. Pelepasan kloter calon jemaah haji tahap pertama khusus lanjut usia sebanyak 19 orang sementara sisanya akan dilepas oleh bupati Lampung Selatan pada tanggal (25/8/2016) besok dari Masjid Kubah Intan Kalianda.

Diantara calon jemaah haji lanjut usia terdapat seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Ponirep Kerto Setomo, wanita berumur 90 tahun yang merupakan jemaah calon haji tertua dari Kabupaten Lampung Selatan.

Ponirep merupakan seorang nenek renta penjual daun pisang di Kecamatan Sidomulyo berpenghasilan sekitar 35 ribu perhari. Meski hanya penjual daun pisang tak menyurutkan niatnya untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5 meski sudah berumur lanjut.

Nenek yang sudah memiliki empat anak dan sebanyak 7 orang cucu tersebut bahkan rela menabung hingga puluhan tahun untuk memuluskan niatnya naik haji. Selama bertahun tahun dirinya menjual daun pisang ke pasar dengan harga Rp 2 ribu perikat.


Meski penghasilannya tak lebih dari 35 ribu namun ia mengumpulkan uang tanpa diketahui anak anaknya. Ia bahkan mengumpulkan uang hingga puluhan juta rupiah untuk biaya naik haji serta keperluan keberangkatan naik haji.

“Selama menabung dan mendaftar naik haji saya tidak pernah memberi tahu keluarga hingga dan tahu pada saat akan mendaftar haji pada lima tahun lalu sambil menunggu giliran” ungkap Ponirep.

Niat yang semula tidak disampaikan kepada anak anak dan cucunya dimaksudkan untuk tidak merepotkan keluarganya. Ia hanya berharap dirinya bisa naik haji dengan uang jerih payahnya sendiri tanpa melibatkan keluarganya sehingga mulai mendaftar sejak tahun 2011 dan menunggu selama lima tahun hingga niatnya tercapai. Kini Ponirep telah berangkat bersama dengan 18 orang calon jemaah haji lain yang rata rata berumur 70 hingga 80 yang diberangkatkan secara khusus dalam rombongan lansia.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: