KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Hanafi Rais Menegaskan bahwa tindakan Penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum TNI Angkatan Udara terhadap dua jurnalis, saat meliput di Sari Rejo Medan, Sumatera Utara, semestinya mendapat hukuman yang setimpal.


Sebab, jelas Hanafi, apa yang dilakukan oleh TNI AU merupakan kekerasan yang berlebihan, mestinya pendekatan yang harus dilakukan oleh aparat, bukan seperti itu.

"Nah karena insiden tersebut bukan perintah lembaga, maka oknum yang melakukan kekerasan, mesti mendapat hukuman yang setimpal sesuai proporsinya," tegas Hanafi di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Lebih jauh Hanafi mengingatkan, bahwa di era reformasi, jika tidak disikapi oleh aparat maka justru akan menjadi blunder baru, dan sekali kekerasan, maka akan melahirkan kekerasan selanjutnya.

Untuk itu, dirinya meminta sebaiknya aparat lebih mengedepankan pendekatan manusiawi, dibanding dengan kekerasan.

"Hal ini juga untuk menjaga martabat TNI, karena selama ini rakyat percaya sama TNI," tandasnya

Seperti diketahui, dua jurnalis di Medan yakni Andri Syafrin Purba dari MNC TV dan Array Argus dari Tribun Medan, harus menjalani perawatan di Rumah Sakit karena diserang secara brutal oleh sejumlah anggota TNI AU.

Keduanya mengalami luka di kepala, tangan dan rusuk. Tindakan ini melanggar Pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto Pasal 18 ayat 1 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, dan dapat dikenakan ancaman hukuman 2 (dua) tahun penjara serta denda Rp 500 juta.(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: