KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menegaskan bahwa Pihak Komisi I tidak setuju bila Koordinator KontraS Haris Azhar ditetapkan tersangka.


"Semestinya pernyataan Haris menjadi bahan investigasi untuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri, guna mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya. Bukan justru, Haris dijerat dengan UU ITE atas pencemaran nama baik," Sebut Meutya saat dihubungi di Senayan, Jakarta Kamis, (4/8/2016).

Lanjutnya, yang ada dalam pikiran kita adalah ditindaklanjuti kebenarannya menjadi investigasi internal di dalam tubuh Polri, bukan malah melaporkan balik.

Lebih jauh, politikus partai Golkar ini berharap agar BNN dan Polri bisa saling bahu membahu mengungkap pengakuan Freddy tersebut.

"Jangan sampai, publik bertanya-tanya atas situasi lembaga penegak hukum di negara ini", terangnya

Dirinya menjelaskan UU ITE yang sekarang bukan untuk memberangus orang untuk menyampaikan pendapat, pemikiran, atau temuan awal.

"Memang sedang tahap revisi di Komisi I, dan kita sedang telisik lebih lanjut," tutupnya

Untuk diketahui, kemarin Rabu (3/8) Keepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul secara resmi telah melaporkan Haris atas tuduhan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: