SENIN, 8 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengangkat wakil Menteri ESDM untuk mendampingi Menteri BUMN saat ini, Archandra Tahar. Disebut-sebut nama mantan wakil kepala SKK Migas, Johannes Widjanarko akan mengisi posisi Wamen tersebut.


Menanggapi hal ini,  Anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha menilai sosok wamen ESDM semestinya diisi oleh orang yang bersih dan profesional, sehingga bisa membantu tugas pemerintah.

Sebab, Kata Satya, tugas ESDM itu banyak, di sektor kelistrikan harus menyukseskan program 35 ribu mega watt (MW). Targetnya tidak boleh direvisi, meski waktunya tidak akan tercapai.

"Maka dari itu Wamen yang ada nantinya harus bisa sosok yang profesional,” ujar Satya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin, (8/8/2016).

Politisi Golkar ini, Menyebut, sosok Johannes Widjanarko katanya sempat dipecat dari posisi wakil kepala SKK Migas karena disinyalir tersangkut kasus suap.

“Masih katanya ya, Kalau katanya saya tidak mau berkomentar banyak, nanti akan jadi polemik baru,” ungkapnya

Untuk diketahui, Johannes Widjanarko, sempat diberhentikan sebagai Wakil Kepala SKK Migas atas usulan dari Kepala SKK Migas kepada Menteri ESDM pada 8 Januari 2015 silam. Saat itu, usulan pemecatan itu diteruskan kepada Komite Pengawasan yang terdiri dari Mentri ESDM, Wakil Menteri Keuangan dan Kepala BKPM.

Namun, hingga kini alasan pencopotan Widjanarko tidak pernah terungkap secara terang benderang meski ada dugaan Johannes Widjanarko terlibat suap dan terlibat dalam skandal suap Kepala SKK Migas saat itu, Rudi Rubiandini tahun 2013.(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: