SENIN, 8 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid menyampaikan bahwa Pelayanan haji untuk tahun ini 2016 ini masih belum memadai, dibandingkan dengan tahun tahun lalu.


Sodik menjelaskan bahwa, kultur kerja di Kementerian Agama (Kemenag RI) sama sekali belum menunjukan perubahan signifikan.

Politisi Gerindra ini pun menyesalkan masih banyak Berbagai masalah di Kementerian Agama yang beberapa tahun ini lalu terjadi, kini kembali terulang pada pelaksanaan haji tahun ini (2016)

"Saya kira tahun ini pelayanan haji masih sama dengan tahun lalu, Dan itu saya sesalkan. Tahun lalu masalah visa, eh ternyata tahun ini masih kesalahan yang sama di bidang yang sama," ungkap Sodik di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Sodik menyebutkan hingga hari ini urusan visa masih menjadi masalah, Otoritas pelaksana haji beralasan hal itu terjadi karena ada e-Hajj.

Dikatakan, Padahal Layanan e-Hajj disediakan oleh pemerintah Arab Saudi agar pelayanan lebih baik. Prinsip e-Hajj dari pemerintah Arab Saudi itu sebenarnya untuk memudahkan.

"Nah ini justru SDM di kita yang belum siap," ungkapnya

Lebih Lanjut, Dia mengungkapkan, terkait SDM, ini terjadi karena kultur kerja di Kemenag masih belum berubah, tetap masih jalan ditempat. bahkan, tak ada menteri di Kementerian tersebut yang berhasil melakukan reformasi birokrasi.

"Tak ada perubahan yang sangat mendasar, kami kan tahu betul, sebab Komisi VIII bermitra dengan mereka," paparnya

Disebutkan, Jika Kemenag tidak melakukan revolusi kinerja, maka perbaikan pelayanan pesimis akan terjadi. Ia mempertanyakan apakah Kemenag memiliki niat untuk memperbaiki atau tidak.

Untuk itu, Sodik menyarankan Pemerintah agar perlu adanya badan baru yang diharapkan dapat membangun kultur bagi dalam pelayanan haji. Dengan perubahan kultur, sambungnya, maka kinerja baru dalam pelayanan haji juga dapat berubah.

"Kami tidak punya kepentingan apa-apa selain ingin pengelolaan haji lebih baik, pengelolaan keuangan lebih baik yang jatuhnya adalah lebih murah. Dan kami juga ingin pengaturan kuota lebih transparan, lebih baik dan antrian tidak makin panjang," pungkasnya.(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: