JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyampaikan bahwa saat pihaknya berkunjung ke Maluku mendukung agar provinsi tersebut menjadi Lumbung Ikan Nasional guna mengembangkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.


Namun, kata firman, Komitmen Menteri KKP Susi Pudjiastuti yang selama ini akan menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) belum terealisasi. Bahkan, hingga kini komisi IV belum pernah diajak bicara program tersebut oleh Kementerian KKP.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan sejauh ini belum mengomunikasikan program LIN ke DPR," ungkap Firman di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Lebih jauh, politisi Golkar ini menjelaskan semestinya Kementerian KKP gerak cepat untuk lebih menerapkan hal ini. Sebab program LIN tersebut, sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. 

"Saya kira kalau sudah masuk RPJMN seharusnya dibicarakan dengan DPR. Karena ini menyangkut anggaran yang akan dikeluarkan untuk program tersebut," terangnya

Dikatakan, jika program itu dijalankan, maka akan menjadikan Maluku sebagai pusat pengembangan sektor perikanan terkemuka di Indonesia. 

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah agar segera intens untuk program tersebut, sebab sangat produktif bagi pengembangan sektor perekonomian wilayah timur Indonesia.

"Saya yakin LIN bakal mampu menopang pembangunan daerah," tutupnya

Untuk diketahui, potensi sumber daya ikan Provinsi Maluku diperkirakan tak kurang dari satu juta ton dengan jumlah tangkapan sekitar 80% per tahun (ZEEI, 1998). Daerah tangkapan dibagi dalam tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yaitu, (1) WPP Laut Banda, (2) WPP Laut Seram dan Teluk Tomini, dan (3) WPP Laut Arafuru. 

Potensi sumber daya perikanan di Provinsi Maluku sebesar 1.627.500 ton/tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 1.301.800 ton/tahun sesuai SK Mentan No. 995/KPTS/Ik.210/9/99 tanggal 27 September 2009 (Departemen Pertanian, 1999). 

Produksi perikanan di Maluku pada 2012 mencapai 551.345,5 ton dengan nilai  Rp 2.736.728.622.(BPS Provinsi Maluku, 2013). Hal ini menjadikan sektor kelautan dan perikanan sektor unggulan di Maluku.
(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: