SELASA, 30 AGUSTUS 2016

LARANTUKA --- Komunitas peduli korban penyanderaan yang terdiri dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores Timur, rekan-rekan pers, yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih serta Agupena Flotim menyalurkan bantuan bagi keluarga korban penyanderaan kelompok Abu Sayaf di Philipina.


Bantuan dalam bentuk buku tabungan pendidikan tersebut diberikan langsung oleh perwakilan dari komintas peduli korban penyanderaan dan perwakilan koperasi primer Nasari kepada ketiga isteri korban penyanderaan.

Benedikta BC da Silva yang ditemui Cendana News, Selasa (30/8/2016) saat menyerahkan bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan uang sumbangan dari masyarakat yang diperoleh saat aksi Geser (gerakan seribu rupiah) selama beberapa hari di bulan Juli 2016.

“Uang ini merupakan sumbangan sukarela dari masyarakat saat kami turun di Pasar Inpres Larantuka, kantor pemerintah serta areal pertokoan,” ujarnya.

Uang sebanyak 8,1 juta rupiah ini kata Noben sapaannya, diberikan dalam bentuk buku tabungan pendidikan. Bantuan khusus untuk anak sekolah ini paparnya dibagi ke setiap keluarga dimana masing-masing orang keluarga mendapat uang sebesar  2,7 juta rupiah lebih.

“Uang akan diatur oleh mama mereka dan khusus untuk tabungan pendidikan anak, Kami buatkan buku tabungan di koperasi karena kami tidak mau uang bantuan dari masyarakat disalahgunakan,’ tuturnya.

Kanis Soge dari Gertak Flotim menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan dengan sukarela bantuan ini sehingga bisa berguna bagi anak korabn penyanderaan yang masih menempuh pendidikan di SD dan SMP.

Kanis berharap pemerintah juga bisa membantu isteri dan anak-anak dari ketiga korban penyanderaan sebab selama sebulan lebih sejak suami mereka diculik teroris mereka harus membiayai kebutuhannya sendiri.

“Pemerintah perlu turun tangan membantu anak-anak mereka yang sedang menempuh pendidikan baik dengan memberikan bantuan uang sekolah maupun membebaskan mereka dari biaya sekolah selama suami mereka masih disandera,” ungkapnya.


Simon Robinson Okong dari Koperasi Primer Nasari yang hadir memberikan penjelasan terkait tabungan mengatakan, Tabungan Tunas Umum yang dibuat bagi keluarga korban merupakan tabungan masa depan, tabungan pendidikan.

“Tabungannya mengataskanamakan anak, maka harus anak bersama orang tua yang mengambilnya, karena harus ada tanda tangan dari si anak juga selain orang tua,” terangnya.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: