SELASA, 9 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Semakin terkikisnya budaya yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membuat sejumlah komunitas pemuda cinta seni berinisiatif menggelar dialog pada Selasa (9/8/2016). Selama ini daerah yang dikenal kaya dengan budaya dan kesenian sepertinya sudah mulai tergerus oleh budaya luar yang berdampak negatif terhadap budaya lokal, sehingga memang perlu adanya perhatian serius dari berbagai kalang guna mempertahankan budaya yang ada.


Tetapi di era yang semakin maju, keberadaan budaya di ujung timur Pulau Madura ini kian memprihatinkan, dulu terkenal memiliki kekayaan seni dan budata yang sangat melimpah, kini hal itu tidak lagi tampak seperti zaman terdahulu. Karena sekarang tidak lagi diimbangi oleh tindakan manusianya, akibatnya keaslian kesenian, kebudayaan dan bahasa daerah Madura sudah tidak utuh.

"Sekarang ini kebanyakan kaum muda merasa enggan untuk menyentuh hal itu, mereka berfikikir itu adalah hal kuno, ketinggalan jaman, tidak gaul dan kolot. Padahal budaya dan kesenian itu menjadi sebuah kebanggaan kita yang harus dilestarikan," kata Ismail, ketua panitia dialog yang bertema 'Refleksi Kritis Terhadap Seni dan Budaya Kabupaten Sumenep', Selasa (9/8/2016).

Disebutkan, bahwa budaya dan kesenian yang merupakan  warisan nenek moyang seharusnya secara bersama-sama ikut andil melestarikannya, karena budaya yang ada di daerah ini sangat sulit ditemukan di daerah lain. 

Namun sayang dengan masuknya bentuk-bentuk budaya baru beserta nilai-nilai baru yang ditawarkan dari berbagai macam cara, kebanyakan masyarakat mudah terpengaruh meninggalkan budaya dan kesenian yang sudah sejak dulu ada.

"Jadi masuk lewat keterbukaan dan sikap akomodatif masyarakat sendiri maupun yang membonceng praktek-praktek imperialism barat telah menimbulkan berbagai perubahan dan pergeseran nilai di masyarakat. Makanya perlu dibangkitkan kembali semangat masyarakat untuk mencintai budaya dan kesenian khas daerah ini," jelasnya.


Diharapkan, generasi muda merupakan salah satu komponen masyarakat yang sangat penting untuk kelangsungan hidup bermasyarakat di masa yang akan mendatang harus bisa meneruskan kebiasaan masyarakatnya agar budaya dan kesenian tetap bisa bertahan meskipun jaman telah berubah.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh sanggar Koma tersebut, para peserta dialog mayoritas dari kalangan pelajar terutama tingkat sekolah menengah atas, dimana mereka sudah saatnya dipupuk pengetahuan tentang daerahnya sejak dini, supaya tidak mudah meninggalkan budaya dan kesenian yang ada. 
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: