RABU, 24 AGUSTUS 2016

MALANG --- Ruang Belajar Aqil (RBA) merupakan salah satu komunitas pemberdayaan pemuda di Kota Malang yang terbentuk pada tahun 2015 dan memiliki visi mewujudkan bangsa yang lebih baik dengan kepedulian dan penerapan nilai pembelajaran melalui pemberdayaan pemuda di Indonesia.


"Awal terbentuknya RBA sendiri berasal dari Kelompok Riset Sahaja (KRS) yang di bentuk pada 2010 dan berisi orang-orang yang ingin belajar riset terutama yang sedang mengerjakan skripsi maupun tesis," jelas Pandu, salah satu anggota RBA kepada Cendana News, Rabu (24/8/2016). 

Lebih lanjut ia menjelaskan, karena anggota KRS terbatas hanya untuk orang-orang yang sedang mengerjakan tugas akhir, skripsi maupun tesis, akhirnya pada tahun 2015 KRS bertransformasi menjadi RBA.

"Kami ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sehingga akhirnya KRS bertransformasi ke wadah yang lebih besar dengan nama Ruang Baca Aqil. Disini tidak hanya ada KRS tetapi juga ada ruang baca dan literasi," ungkapnya.


Disebutkan, Founder RBA sendiri adalah seorang alumni mahasiswa Universitas Brawijaya, Wily Ariwiguna. Dan nama Aqil sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti cerdas.

Sementara itu, Andha anggota RBA lainnya menyampaikan bahwa program di RBA sendiri bermacam-macam. Program pertama yaitu KRS+ sebagai wadah pembelajaran bagi pemuda untuk meningkatkan pengetahuan dan ilmu melalui pembelajaran mengenai penelitian dan pembelajaran guna meningkatkan keahlian tentang kelembutan  dan keahlian tentang kehidupan.

Program yang kedua yaitu Ruang baca dan literasi. Program ini dirancang sebagai pendukung kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan RBA untuk meningkatkan minat baca masyarakat terutama masyarakat di perkotaan.

"Ruang baca dan literasi dibagi dalam tiga bagian program yakni aktivitas ruang baca (bagian anak dan bagian umum), aktivitas literasi anak dan aktivitas literasi umum," ungkapnya.


Sedangkan program yang ketiga yaitu Ruang kreasi dan diseminasi. Program ini menaungi beberapa program lainnya diantaranya adalah Cakramuda wirausaha, Cakramuda wirakarya dan Pemuda ujung negeri.

Untuk program Cakramuda wirausaha dan Cakramuda wirakarya merupakan kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas diri bagi para pemuda sesuai dengan potensi dan cita-cita mereka masing-masing. Sedangkan program pemuda ujung negeri adalah kegiatan untuk para pemuda dari perbatasan Indonesia untuk mengikuti kegiatan RBA selama durasi waktu tertentu.

"Jadi dalam program ini kita mendatangkan pemuda dari perbatasan Indonesia untuk belajar disini selama 1-2 bulan. Kemudian harapannya setelah mereka kembali ketempat asalnya, mereka bisa menyebarkan pengetahuan yang di dapat disini," pungkas Andha.
(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: