JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

JAKARTA, TMII --- Festival Merah Putih " Toedjoeh Poeloeh Satoe " Pekan Agustus 13-21 Agustus 2016 yang diadakan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memiliki acara puncak berupa Pameran seni dan Parade Tarian Nusantara tingkat nasional yang diikuti oleh 32 Provinsi nusantara.


Geliat beberapa provinsi tampak sudah mendekati tahap akhir, diantaranya adalah tim dari provinsi Jawa timur dan Jawa barat yang masing-masing menurunkan tari tradisional Mahameru ( tim kesenian Jawa timur) dan tari Nimas Nimbang Waringin (tim kesenian Jawa barat).

Tim kesenian Jawa timur dalam hal ini diwakili penanggungjawab rombongan Lilis Sukartini, Kepala Seksi bidang kesenian Disbudpar Jawa timur mengatakan bahwa persiapan yang mereka lakukan sudah sejak bulan Maret 2016. Dimulai dari seleksi berupa Festival karya tari se-Jawa timur yang diikuti oleh 38 kabupaten kota.

Dari 38 tim yang diseleksi tersebut mengerucut menjadi 3 tim tari yang masuk nominasi 3 tim penyaji terbaik masing-masing dari Lumajang, Banyuwangi, dan Blitar. Selanjutnya ketiga tim yang lolos masuk kedalam uji kelayakan yang dilakukan oleh tim khusus Disbudpar Jawa timur.

Setelah melalui proses seleksi cukup panjang dan melelahkan, akhirnya terpilih Tim Tari Kabupaten Kota Lumajang mewakili Provinsi Jawa timur dalam event nasional di Taman Mini Indonesia Indah membawakan materi legenda lokal masyarakat sekitar Gunung Semeru, Lumajang yang diberi judul " Mahameru ".

"Mahameru ini berkisah tentang kearifan lokal masyarakat Lumajang khususnya sekitar Gunung Semeru berupa upacara adat mereka disana," Lilis mengawali penjelasannya kepada Cendana News di sela-sela persiapan Tim Jawa timur di Anjungan Jawa timur TMII Jakarta.

"Topi kerucut yang digunakan penari merupakan visualisasi dari Gunung Semeru yang gagah serta acara adat tumpengan dari masyarakatnya, lalu gerakan tari menyerupai orang mengambil air adalah menggambarkan air suci yang ada disana dan kerap diambil oleh masyarakat dalam prosesi adat mereka," tambah Lilis lagi.

Tim kesenian Jawa timur datang dengan kekuatan 9 orang penari, 14 orang pemusik (termasuk vokal), 1 orang penata musik, dan 1 orang penata tari dimana semuanya adalah tim gabungan dari Tim Tari Lumajang dan Profesional tari tradisional di Surabaya.


Mereka semua datang ke Jakarta sejak tanggal 18 Agustus 2016 atau dua hari sebelum acara dimulai agar bisa menyesuaikan diri dengan cuaca Jakarta yang terkenal sangat panas. Namun dalam latihan terakhir tanggal 18-19 Agustus 2016 tampak para penari sudah melahap semua bagian gerak tari " Mahameru " dengan baik dan siap maju sebagai duta seni dan budaya Jawa timur pada tanggal 20 Agustus 2016 nanti.

"Jawa timur tidak pernah setengah-setengah dalam mempersiapkan sesuatu, khususnya dalam mempersiapkan duta seni dan budaya. Setiap detil terkecil kami perhatikan demi membentuk sebuah tim budaya profesional. Dan hari ini saya mengatakan mewakili masyarakat Jawa timur bahwa tim kesenian Jawa timur sudah siap untuk acara besok," pungkas Lilis.
[Miechell Koagouw]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: