MINGGU, 28 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Generasi muda merupakan tulang punggung bangsa dan perlu mendapat pegangan terkait wawasan kebangsaan sejak usia dini. Hal ini penting agar di dalam diri mereka tertanam rasa patriotisme dan rasa memiliki bangsa dan negara Republik Indonesia.


Untuk itu Kodim 1603 Sikka selalu memberikan pengetahuan terkait wawasan kebangsaan kepada para pelajar mulai dari tingkat Sekolah dasar (SD) hingga ke perguruan tinggi. Nilai-nilai kepahlawanan yang dulu dikobarkan para pahlawan hendaknya diteladani.

Demikian disampaikan Dandim 1603 Sikka Letkol Abdullah Jamali,SIP kepada Cendana News, Sabtu (27/8/2016). Dikatakan Dandim Abdulah, pihaknya akan selalu menanamkan nilai cinta tanah air kepada para generasi muda.

“Setiap Koramil di wilayah Kodim 1603 Sikka akan selalu turun ke sekolah-sekolah memberikan pelajaran terkait wawasan kebangsaan,” ujarnya.


Untuk itu sebutnya, Sabtu (27/8/2016) Koramil 1603-01/Alok melalui Sertu Bernadus berbicara tentang wawasan kebangsaan di SDN contoh Kecamatan Alok Kota Maumere, jumlah siswa –siswi yang hadir sebanyak 169 orang.

Selain itu, pada hari yang sama kata Dandim Abdullah, juga dilaksanakan kegiatan serupa di wilayah Koramil 1603-05/Bola doleh Serma Filomino. Kegiatan yang berlangsung di SD Baokrenget kecamatan Mapitara ini dihadiri 150 siswa-siswi.

“Jiwa kepahlawanan dari para pejuang kemerdekaan dan pendiri bangsa ini perlu ditanamkan dalam diri generasi muda agar mereka semakin mencintai tanah air ini,” terangnya.


Disaksikan Cendana News, kegiatan yang berlangsung di SDN Maumere sangat meriah. Para siswa-siswi khususnya yang duduk di kelas 4, 5 dan 6 terlihat bersemangat menjawab pertanyaan dari Sertu Bernadus selaku pemateri.

Dalam kesempatan tersebut beberapa kali Sertu Bernadus memotivasi dan memberi semangat kepada anak-anak sekolah untuk memiliki rasa cinta kepada bangsa dan negara.

Anak-anak sekolah juga diminta untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa menjadi pemimpin yang handal di kemudian hari.

Tak lupa Sertu Bernadus juga meminta siswa-siswi ini untuk lebih mencintai budaya daerah dan jangan melakukan hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri, orang tua dan masyarakat.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: