SABTU, 13 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Seorang pengacara senior yaitu Otto Cornelius Kaligis atau yang akrab dipanggil O.C. Kaligis pada tanggal 10 Agustus 2016 kemarin telah divonis hukuman 10 tahun penjara di tingkat banding atau kasasi, hukuman tersebut lebih berat dari sebelumnya yaitu 7 tahun penjara. Mejelis Hakim juga memperberat denda yang harus dibayar dari semula 300 juta Rupiah menjadi 500 juta Rupiah dan ditambah subsider kurungan 6 bulan penjara.

Laode Muhammad Syarif, Wakil Ketua KPK
Rupanya keputusan vonis hukuman kasasi yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) terhadap O.C. Kaligis tersebut hampir sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam persidangan JPU meminta agar O.C. Kaligis dihukum selama 10 tahun penjara dan denda 500 juta Rupiah ditambah subsider 4 bulan kurungan.

O.C. Kaligis divonis hukuman penjara 10 tahun ditambah denda 500 juta dan subsider 6 bulan penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah menyuap Tripeni Irianto Putro, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara sebesar 5 ribu dolar Singapura (SGD) dan 15 ribu dolar Amerika (USD).

Kemudian O.C. Kaligis  juga menyuap dua orang Anggota Majelis Hakim PTUN Medan, masing-masing Dermawan Ginting dan Amir Fauzi sebesar 5 ribu USD dan menyuap seorang Panitera PTUN Medan yaitu Syamsir Yusfan sebesar 2 ribu USD. Sehingga total uang suap yang dikeluarkan oleh O.C. Kaligis sekitar 27 ribu USD dan 5 ribu SGD.

Menanggapi adanya putusan tersebut, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan "terkait dengan vonis hukuman yang telah dihatuhkan Majelis Hakim kepada pengacara senior O.C. Kaligis mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi pelajaran bagi para penegak hukum lainnya, semoga saat mereka sedang menjalankan perannya sebagai pengacara, advokat, penasehat hukum atau kuasa hukum tetap bekerja secara profesional dan hati-hati" katanya kepada wartawan di Gedung KPK, Sabtu (13/8/2016).

"Keputusan vonis hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada O.C. Kaligis tersebut sudah benar dan sudah sesuai dengan tuntutan KPK, jika sekiranya yang bersangkutan ingin melakukan upaya hukum yang luar biasa seperti misalnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ya silahkan saja, itu khan hak dia sebagai terpidana, namun KPK menilai vonis tersebut sudah tepat karena sudah sesuai dengan tuntutan KPK sebelumnya" demikian dikatakan Laode Muhammad Syarif di Gedung KPK.

Sementara itu semua pihak yang terlibat dalam kaus suap O.C. Kaligis semuanya juga dihukum, antara lain Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing divonis 2 tahun penjara, kemudian Syamsir Yusfran divonis 3 tahun penjara. Kemudian mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho divonis 3 tahun penjara dan istrinya Evy Susanti divonis 2,5 tahun penjara.

Menurut Majelis Hakim yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Abdul Latief dan Krishna Harahap yang telah menjatuhkan vonis menyatakan bahwa terdakwa Okan Cornelius Kaligis telah terbukti melanggar Pasal 6 Ayat 1 huruf a Undang-Undang No.31, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: