JUMAT, 12 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Meski pembelian perumahan non subsidi sejak tahun lalu menurun, namun 60% portofolio kredit perumahan melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk cabang Balikpapan masih didominasi KPR non subsidi pada semester I/2016.

Kepala Cabang BTN Cabang Balikpapan Dwihatmo Arisumasto
Kepala Cabang BTN Cabang Balikpapan Dwihatmo Arisumasto mengatakan pada semester I/2016 perseroan membukukan penyaluran KPR mencapai Rp115 miliar dari target Rp249 miliar selama 2016.

"Dari penyaluran KPR itu memang masih didominasi oleh kredit non subsidi. Harga rumah non subsidi itu harganya Rp200 juta-Rp400 juta sehingga nilainya lebih tinggi," jelasnya saat ditemui disela aktivitasnya Jumat (12/8/2016).

Meski demikian, pihaknya mengaku ada debitur KPR non subsidi yang menyatakan ketidaksanggupan untuk melunasi utang pokok dan angsuran dengan alasan PHK dan tidak berpenghasilan seperti sedia kala, para debitur ini dominan bekerja di sektor pertambangan dan turunannya.

"Makanya nanti hingga akhir tahun diproyeksikan akan terbalik, pangsa pasar untuk kredit KPR rumah subsidi akan mendominasi portofolio," jelas Dwi.

Hal itu karena pangsa KPR perumahan subsidi masih sangat potensial, konsumen pada segmen itu banyak yang bekerja pada pemerintah, pegawai swasta berpenghasilan maksimum Rp4 juta, atau wirausawahan.

"Tak hanya itu pengembang perumahan juga sebagian beralih ke rumah subsidi karena segmen ini lebih potensi, mengingat pangsa rumah non subsidi sekarang sudah tergerus dan pasar debiturnya pun selektif sekali," ujarnya.

Dikatakan Dwi, peningkatan kebutuhan rumah sederhana bersubsidi diperkirakan akan mampu mendorong kinerja BTN cabang Balikpapan hingga akhir tahun.

"Harapannya pemerintah konsisten menjalankan komitmennya untuk menyediakan listrik dan air bersih setelah pengembang menyerahkan fasilitas umum agar unit rumah bersubsidi siap dihuni oleh pembelinya," tutupnya.(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: