KAMIS, 11 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Pertumbuhan perbankan syariah di Balikpapan hingga kuartal II/2016 masih memiliki potensi yang besar. Hal itu didasari pada kinerja, masing-masing tumbuh 5,15 persen untuk dana pihak ketiga, aset 8,45 persen dan pembiayaan tumbuh 11,28 persen secara year on year.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani menjelaskan, kinerja perbankan syariah masih menunjukkan tumbuh positif, dari pangsa dana pihak ketiga dan pembiayaan perbankan syariah juga tumbuh secara berkala.

"Tumbuhnya pangsa masyarakat yang mengajukan pembiayaan dan menyimpan dananya di perbankan syariah dikarenakan prinsip syariah, yang diminati," ungkapnya, Kamis (11/8/2016).

Lanjut Suharman, sistem bagi hasil dalam pembiayaan dan penyimpanan dana yang diterapkan perbankan syariah ini juga cenderung stabil sejak awal nasabah dan perbankan menyepakati pengajuan, sehingga lebih memberikan ketenangan bagi nasabah.

Meski perbankan syariah masih dapat tumbuh lebih tinggi dari perbankan secara umum, Suharman menambahkan, laju pertumbuhan pangsa perbankan syariah terkesan lambat dan tumbuh sedikit demi sedikit.

"Masih terkesannya lambat itu dikarenakan pola konsumsi nasabah yang sudah biasa dengan bank konvensional," tandasnya.

Untuk itu, perbankan syariah harus lebih gencar dalam mensosialisasi perbankan syariah agar pemahaman masyarakat mengenai perbankan syariah.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Dwi Ariyanto.

Menurutnya, pelaku usaha perbankan syariah kurang gencar mempromosikan produk-produknya dan kurang memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perbankan syariah.

"Kalo dilihat sekarang banyak perbankan yang mengeluarkan produk Syariah yang konsepnya sama dengan konvensional," ujarnya.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: