KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni mengamankan dua ekor kucing Persia berikut 1.500 ekor burung tak dilindungi berbagai jenis. Satwa tersebut direnakan akan dikirimkan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa menggunakan moda transportasi bus penumpang. 


Menurut penyidik BKP Bakauheni, Buyung Hadiyanto, mendampingi penanggungjawab BKP Bakauheni Drh.Azhar, pengamanan satwa tanpa dokumen yang akan dilalulintaskan tersebut merupakan upaya mencegah pengiriman media pembawa serta satwa tanpa dokumen karantina.

Setelah tidak bisa menunjukkan dokumen berupa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), dokumen pengepul dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) satwa tersebut diamankan di kantor karantina Bakauheni dan diserahkan ke pihak BKSDA wilayah Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah kita amankan langsung kita berkoordinasi dengan pihak BKSDA dengan melakukan pelepasliaran terhadap ribuan ekor burung yang dikirimkan tanpa dokumen tersebut dan menyerahkan dua ekor kucing persia yang diamankan karantina,” ungkap Buyung Hadiyanto dalam keterangannya kepada Cendana News, Kamis (25/8/2016)

Upaya pengamanan tersebut merupakan tindakan kesekian kalinya oleh pihak BKP Bakauheni untuk mencegah pengiriman satwa tak dilindungi dan dikuatirkan menjadi media pembawa penyakit bersumber dari hewan khususnya burung.

Ia menuturkan pengamanan sebanyak 1.500 ekor burung tersebut dilakukan dalam kurun waktu dua hari sejak tanggal (24/8) hingga (25/8) dini hari dengan moda transportasi yang digunakan berupa bus penumpang DAMRI, bus Laju Prima dan Bus Telaga Indah yang berasal dari Pulau Sumatera tujuan beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Secara rinci Buyung mengungkapkan kronologis pengamanan ribuan ekor burung berkicau dan kucing dari bus DAMRI diamankan sebanyak 750 ekor burung pleci dan sebanyak 150 ekor burung Kolibri yang berasal dari wilayah Curup Provinsi Bengkulu dan akan dibawa ke wilayah Tangerang Banten. Setelah itu karantina mengamankan sebanyak dua ekor kucing persia yang akan dikirim dari wilayah Palembang Sumatera Selatan tujuan Surabaya menggunakan bus Laju Prima bernomor polisi B 7944 XA.

Paska pengamanan tersebut BKP juga mengamankan burung pleci dan prenjak sebanyak 300 ekor dalam enam box keranjang buah berasal dari Pagaralam Sumatera Selatan yang akan dikirim ke Cikokol Tangerang menggunakan Bus Bus Telaga Indah bernomor polisi BG 7000 AJ. Setelah itu kembali BKP mengamankan sebanyak 200 ekor burung pleci kacamata yang dikirim dari Pagaralam Palembang yang akan dikirim ke terminal Bekasi dengan menggunakan Bus Sinar Dempo bernomor polisi BG 7021 LW.

“Pengiriman sebanyak empat kali satwa yang dilalulintaskan tersebut langsung diamankan karena semuanya dikirim menggunakan kendaraan tanpa adanya dokumen resmi karantina”terang Buyung Hadiyanto.

Proses selanjutnya jumlah keseluruhan burung sebanyak lebih kurang 1500 ekor tersebut ditahan dari masing masing dengan angkutan sarana bus penumpang antar provinsi yang diperiksa saat masuk ke Pelabuhan Bakauheni. Burung dan kucing tersebut diamankan di kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Pelabuhan Panjang dan akan dilepasliarkan.


Upaya pengamanan ribuan ekor satwa jenis burung dan dua ekor kucing persia tanpa dokumen tersebut menurut Buyung mengacu pada Undang Undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Selain menyalahi undang undang, tindakan pengamanan  dilakukan untuk menghindari upaya pengiriman komoditas pertanian dan satwa tanpa disertai dokumen resmi.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: