JUMAT, 26 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Sisa kebakaran lahan gambut itu meluas. Sisa abu lahan gambut tampak putih berterbangan dibawa angin.


Itulah kondisi lahan gambut terbakar di Jalan 28 Oktober, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, seluas 10 hektar.

Menurut warga setempat bernama Hartadi, kebakaran lahan gambut di wilayahnya dipicu angin kencang dan keringnya lahan gambut alias tiada air lagi. Selain itu, tumbuhan pakis dan pohon-pohon mengering di aeral lahan gambut kedalam 5 meter ini.

“Dari hari Sabtu sampai sekarang lahan gambut 10 hektar ini terbakar. Warga di sini juga sudah lapor. Ada pemadam kebakaran datang memadamkan api,” tuturnya, di lokasi kejadian Jumat, 26 Agustus 2016.


Disebutkan, kebakaran lahan gambut ini juga menyebabkan warga setempat panik dan kewalahan memadamkan api dengan alat seadanya berupa ember kayu di tempat kejadian kebakaran lahan gambut.

“Sebelum pemadam datang kita warga di sini madamkan api pakai alat seadanya saja. Kayu dan ember itu alatnya,” ucapnya.

Akibat kebakaran lahan gambut itu, warga sekitar mengalami berbagai gejala sakit. Ia berujar, warga sudah memeriksakannya ke tempat puskesmas terdekat.

“Kata petugas kesehatan di puskesmas warga mengalami sakit tenggorokan, batuk, sesak napas, dan pilek,” ujarnya.


Ia mengaku, anaknya yang ke dua mengalami gejala sakit batuk. Bahkan, dirinya sudah memeriksakannya mantra kesehatan di wilayahnya.

“Kemarin saya manggil mantra kesehatan ke rumah. Dan saya bayar obatnya Rp 150 ribu,” jelasnya.

Ia berharap, pemerintah setempat memperhatikan warganya terkait kebakaran lahan gambut yang berakibat berbagai penyakit menyerang. Selain itu juga, menurutnya hingga kini pemrintah setempat belum membagikan masker kepada warga yang terpapar kabut asap. Padahal, kabut asap begitu pekat jika malam tiba hingga dini hari. 
(Aceng Mukaram)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: