RABU, 24 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Kota Maumere, Ibukota kabupaten Sikka saat ini belum memiliki tempat pemakaman umum (TPU) yang layak.TPU Iligetang sudah hampir penuh dan kurang tertata. Selain itu, warga juga masih memiliki kebiasaan untuk melakukan pemakaman anggota keluarganya di halaman rumah. Bahkan ada kuburan yang letaknya berdempetan dengan tembok rumah.


“Memang sesungguhnya Kabupaten Sikka memiliki Perda terkait pemakaman namun untuk menegakan Perda kita harus siapkan lahan perkuburan dulu,” ujar Yoseph Ansar Rera saat konferensi pers Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), Selasa (23/8/206).

Dikatakannya, lahan pekuburan yang ada sudah penuh pemda Sikka masih lakukan pembebasan lahan. Ia memastikan, tahun 2016 lahan untuk pemakaman umum selesai dibebaskan. TPU pun akan ditata dengan baik, diatur sedemikian rupa agar kuburan tidak cepat penuh.

“Bila lahan sudah disiapkan maka kami akan tegakan Perdanya. Kita juga tidak bisa salahkan masyarakat karena memang lahan tidak ada sehingga Pemda diam saja dahulu,” tuturnya.

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga saat bersamaan mengatakan, Perda terkait pemakaman akan direvisi lagi, termasuk luas areal setiap makam dan lainnya.

Jangan sampai kuburan di areal TPU nantinya sebut Rafael menjadi seperti rumah tinggal yang mewah dan bertingkat, ini akan mencipatakan kepadatan dan tumpang tindih.


Bahkan bila perlu ada iuran,uang ini kata ketua DPD Golkar Sikka ini yang nantinya dipakai membayar gaji pengelola pekuburan. Pemda harus mengatur dan menata TPU supaya lebih tertata dengan baik.

“Setelah siapkan lahan dan atur regulasinya baru lakukan penertiban. Semua kuburan di TPU nantinya bentuknya harus sama dan jangan disebut lagi kuburan namun taman makam.” pungkasnya.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: