SABTU, 27 AGUSTUS 2016

PONOROGO --- Menjaga kelestarian budaya lokal memang menjadi salah satu visi Desa Winong Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Memasuki bulan Selo (bulan dalam kalender Jawa) Desa Winong melakukan ritual 'sapu jagat' atau yang disebut dengan bersih desa.


Daerah Ponorogo memang masih memegang adat kejawen biasanya bersih desa dilakukan dengan menggelar wayang kulit, pengajian, reog dan gajah-gajahan. Namun karena ingin menunjukkan secara simbolis tokoh masyarakat Desa Winong melakukan ritual sapu jagat.

Dimana terdapat satu sapu lidi yang dibawa oleh masyarakat sembari berjalan mengelilingi kampung sapu bergerak secara estafet kepada setiap masyarakat mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Pejabat sementara Kepala Desa Winong, Joko Santoso menjelaskan ritual ini selain untuk bersih desa juga untuk memberikan pendidikan kebersamaan dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih.

"Sekaligus untuk mengukuhkan jiwa persatuan dan kesatuan antar elemen masyarakat," ujarnya saat ditemui Cendana News di lapangan Desa Winong, Sabtu (27/8/2016).

Sedangkan tujuan dilakukannya estafet sapu lidi dari setiap masyarakat dimaksudkan agar semua masyarakat bisa berpartisipasi.


"Jadi tidak harus yang memegang sapu hanya tokoh masyarakat atau perangkat desa saja tapi setiap masyarakat bisa ikut ambil andil," cakapnya.

Ritual ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja tapi juga bisa diikuti oleh anak sekolah. Kegiatan ini merupakan ke-tiga kalinya digelar selain itu agar semakin menarik masyarakat. Pihak penyelenggara juga menyediakan hadiah mulai dari kambing, sepeda, televisi, kipas angin dan seterusnya.

"Masyarakat bisa dapat kesempatan mendapatkan hadiah dengan cara diundi," jelasnya.

Tak lupa dengan adanya ritual ini, Joko berharap Desa Winong bisa menjadi desa yang makmur, sejahtera, rukun dan damai. Salah satu warga yang ikut berpartisipasi, Diana (29 tahun) mengaku bangga bisa mengambil andil dalam bersih desa.

"Semoga desa kami diberikan kesuburan dan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya. 
(Charolin Pebrianti).
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: