MINGGU, 7 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Ramainya pembeli yang mampir ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere saban hari dan meningkat drastis setiap hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya membuat para penjual memanfaatkan kesempatan ini.


Penjual sayur dan beberapa penjual pakaian setiap hari memanfaatkan areal depan TPI Alo tepatnya di jalan Tongkol dengan memggelar dagangan aneka sayuran, bumbu dapur serta aneka pakaian.

Setap akhir pekan penjul sayuran dan perlengkapan dapur serta pakaian bekas atau biasa dinamakan Rombengan atau RB semakin menjamur. Jika di hari biasa hanya 2 atau 3 penjual pakaian bekas, di hari Sabtu, Minggu atau hari libur berkisar antara 15 sampai 20 pedagang pakaian bekas.

“Saya lebih senang belanja pakaian bekas disini, selain lebih murah tempatnya juga tidak sumpek,” ujar Magdalena Deta.

Lena sapaan ibu 3 anak ini ditemui Cendana News, Minggu (7/8/2016) saat memilih pakaian bekas di deretan lapak dadakan di sebelah timur jalan masuk ke TPI Alok.

Lena mengaku lebih senang berbelanja pakaian bekas di tempat ini sebab selain lebih murah, juga tempatnya tidak pengap dan sumpek seperti di pasar Alok. Kalau di pasar Alok, lapak berada di dalam satu areal dan beratap seng dan dindingnya tertutup terpal.

“Disini kita bisa beli baju bekas dengan hanya 5 ribu rupiah saja. Modelnya juga masih bagus asal kita sabar mencarinya saja karena barangnya menumpuk sehingga perlu diaduk satu per satu,” ungkapnya.

Lena merasa terbantu sebab selain belanja ikan di TPI Alok, dirinya bisa membeli sayur dan juga sekalian membeli baju bekas bila ada uang lebih. Bila ada uang lebih dirinya mengatakan selalu mendatangi tempat ini membeli baju bekas buat dikenakan di rumah.


Abdul Kasim penjual pakaian bekas yang ditemui Cendana News saat ditanyai mengakui, setiap hari dirinya menggelar dagangan di pasar Alok dan setiap hari Minggu atau hari libur dirinya bersama beberapa teman lainnya menjual di TPI Alok.

“Kalau disini pembelinya lebih banyak, mungkin sehabis belanja ikan dan sayur mereka bisa sekalian belanja pakaian disini,” ungkapnya.

Kasim mengaku dalam dau hari berjualan setiap Sabtu dan Minggu dirinya bisa mengantongi keuntungan hingga 300 ribu rupiah. Jika sedang banyak pembeli, keuntungan yang didapat juga bisa dua kali lipat.

Dirinya mengaku senang berjualan di tempat ini meski hanya sehari atau dua hari saja namun pembelinya lebih banyak. Bukan saja kaum perempuan, pembeli yang datang pun banyak juga kaum lelaki dan anak-anak muda.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: