SELASA, 9 AGUSTUS 2016

SOLO --- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meluncurkan riset untuk membangun dan mengembangkan satelit buatan sendiri dengan membangun satelit eksperimen. Satelit eksperimen inilah yang kemudian melahirkan satelit A2 dan A3 yang dapat dimanfaatkan sebagai satelit pemantau kemaritiman Indonesia.


Kepala Lapas Thomas Jamaludin mengatakan, satelit Lapan A2 atau sering disebut Lapan -Orari yang diluncurkan pada 28 September 2015 telah bekerja baik dan dapat dimanfaatkan bagi pemantuan kemaritiman Indonesia. Satelit Lapan A2 yang dapat mendeteksi seluruh data Automatic indentification System (AIS) yang berada di area dekat  ekuator. 

"Satelit ini dapat melintasi wilayah Indonesia, bahkan negara-negara Asean sebanyak 14 kali dalam sehari," ungkap Jamaludin dalam Seminar Nasional Hasil Satelit Lapan A2 dan Pasca Peluncuran Satelit A3 atau IPB, di Hotel Sahid Solo, Selasa siang (9/8/16). 

Dijelaskan lebih lanjut, muatan AIS pada satelit A2 ini mampu memantau pergerakan kapal besar yang melintas di wilayah maritim Indonesia. Dalam sehari, satelit ini mampu menerima 2,4 juta pesan posisi kapal. Hebatnya, data itu sudah dapat diolah dalam dua jam. 

"Identifikasi ini bermanfaat untuk mengetahui identitas kapal, termasuk jenis kapal niaga, pencari ikan, ataupun pergerakan kapal yang mencurigakan atau pencuri ikan," terangnya. 


Menurut Kepala Lapan, data AIS itu diperbarui setiap 24 jam, dan saat ini sudah mulai digunakan oleh beberapa stakeholder baik instansi pemerintah maupun swasta. Bahkan data AIS satelit Lapan A2 ini sudah banyak dipesan oleh beberapa negara. Data AIS juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan ikan di luat. 

"Jadi nelayan tidak lagi mencari ikan, tetapi menangkap ikan karena sadah tau keberadaan ikan," imbuhnya. 

Data AIS dan gambar permukaan bumi ini diolah di stasiun bumi Lapan yang berada di Biak, Papua. Hingga saat ini, satelit tersebut masih beroperasi dengan baik dan terus mengirimkan data dengan rutin. Selain memantau pergerakan kapal, satelit A2 juga berfungsi untuk pencitraan rupa bumi. 

"Untuk melaksanakan fungsi tersebut, satelit dilengkapi dengan video kamera analog dan kamera digital," tandasnya. 

Dalam Seminar Nasional ini, Lapan juga melakukan kerjasama dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) untuk ikut terlibat dalam pengembangan satelit berikutnya. Setidaknya selain menyiapkan mahasiswa, sejumlah Fakultas di UNS juga telah dipersiapkan untuk membuat satelit Lapan A4. 

"Kami telah persiapkan semuanya, baik mahasiswa yang bergerak di astronomi maupun antariksa serta Fakultas yang ada telah kami siapkan. Ke depannya, satelit Lapan A4 nanti akan dilakukan kerjasama antara UNS dengan Lapan," tambah Rektor UNS Ravik Karsidi, dalam jumpa pers yang digelar di sela-sela Seminar Nasional tersebut. (Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: