KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan non tunai, sekaligus mendorong peningkatan akses keuangan berbasis syariah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim bersama Bank Muamalat menggelar kegiatan proyek percontohan layanan keuangan digital di salah satu pondok pesantren terbesar di Balikpapan. Kegiatan proyek percontohan layanan keuangan digital itu dilaksanakan hari ini (18/8) di Ponpes Hidayatullah.


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Mawardi Ritonga mengungkapkan, kegiatan itu untuk mendorong penerapan layanan keuangan digital. Hal itu sejalan dengan target BI yaitu pada 2017 Indonesia menjadi pusat riset, pusat pembelajaran, dan pusat produk keuangan syariah.

"Beberapa daerah sudah mendapatkan penetrasi LKD, tapi di Kaltim, Ponpes Hidayatullah yang pertama menerima. sistem LKD sama dengan konsep branchless banking, yakni jasa layanan pembayaran dan keuangan terbatas yang bisa dilakukan tanpa kantor fisik,"tuturnya saat di Ponpes Hidayatullah, Kamis (18/8/2016).

Pihaknya mendorong agar masyarakat memanfaatkan layanan keuangan perbankan, termasuk layanan keuangan non tunai.

"Tak hanya pada masyarakat, ditingkat pemerintahan pun kami sudah sosialisasikan, agar retribusi dan pajak itu sudah mulai menggunakan sistem non tunai," beber Mawardi.

Menurutnya, beberapa pondok pesantren di daerah lain juga telah dikaji untuk menerapkan sistem yang serupa, salah satunya di Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Harapannya dengan upaya yang dilakukan ini pemahaman masyarakat, yang sebelumnya tidak pernah mengakses layanan perbankan, tentang layanan keuangan perbankan dapat meningkat," harapnya.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: