SELASA, 16 AGUSTUS 2016

LHOKSEUMAWE --- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (Apik) Aceh meminta perusahaan swasta mengikuti langkah Pemerintah Aceh, terkait cuti menyusui. Pemerintah Aceh, baru-baru ini mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI).


“Kita berharap perusahaan swasta yang berada di Aceh, juga ikut menerapkan kebijakan serupa, untuk memberikan cuti selama 6 bulan kepada perempuan agar bisa memberikan ASI dengan baik kepada bayinya,” sebut Direktur LBH Apik Aceh, Roslina Rasyid, Selasa (16/8/2016).

Roslina menambahkan, selama ini banyak perusahaan yang tidak begitu berpihak kepada pekerja perempuan. Mereka yang bekerja di perusahaan swasta belum mendapatkan hak yang cukup untuk menyusui.

Perusahaan, kata Roslina, menganggap tidak efektif pemberian cuti terlalu lama kepada pekerjanya untuk meberi ASI kepada anaknya. Perusahaan menganggap cuti akan berdampak pada penurunan produktivitas dan membuat rugi perusahaan.

“Selama ini, setahu saya cuti untuk ibu melahirkan di perusahaan-perusahaan terutama perusahaan swasta itu sangat kecil, paling lama sepertinya dua minggu atau 20 hari, padahal bayi yang baru dilahirkan sangat membutukan ASI, kalau sesuai anjuran dokter ASI ekslusif itu selama 6 bulan,” katanya.

Ia berharap, kedepan pihak perusahaan terutama perusahaan swasat bisa mengikuti langkah Pemerintah Aceh. Katanya, ASI eksklusif sangat dibutuhan untuk tumbuh kembang anak dan dapat memberi kekuatan bagi perempuan dalam menjalankan kodratnya untuk menyusui bayinya.
[Zulfikar Husein]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: