SABTU, 27 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya, tentu berdampak kepada meningkatnya kebutuhan lahan pemukiman hingga kegiatan perekonomian di berbagai sektor. Terlebih di Kulonprogo, rencana pembangunan bandara juga tak luput memakan lahan hijau.


Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono memprediksi, dalam waktu 5 tahun ke depan lahan pertanian di wilayah tersebut akan berkurang hingga 300 Hektar.

Disebutkan, menurut data Badan Pertanahan Nasional pada tahun 2014 terjadi alih fungsi lahan pertanian seluas 15,6 Hektar dan tahun 2015 sebanyak 18 Hektar. Dengan berbagai kecenderungan dan arah pembangunan dalam lima tahun ke depan, pihaknya memprediksi berkurangnya lahan pertanian akan terus bertambah hingga mencapai 300 Hektar.

Dijelaskan, selain dialih-fungsikan sebagai pemukiman dan perekonomian, pengurangan lahan pertanian atau zona hijau juga disebabkan oleh pembangunan Bandara Kulonprogo (New Yogyakarta International Airport/NYIA). Pembangunan bandara udara baru tersebut diperkirakan memakan lahan hijau seluas kurang lebih 111 Hektar, dan 56 Hektar lahan hijau lainnya yang diperuntukkan sebagai lahan relokasi warga terdampak pembangunan bandara tersebut.

Namun demikian, Bambang yang ditemui di sela menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto di Waduk Sermo, Kulonprogo, pekan ini, mengatakan, Pemerintah melalui program cetak lahan baru berupaya mengganti berkurangnya lahan pertanian itu. Bahkan, katanya, selama dalam tahun 2015 kemarin, Kulonprogo telah berhasil mencetak lahan baru seluas 70 Hektar.

Dari luas lahan baru 70 Hektar itu, jelas Bambang, sebanyak 50 Hektar didanai oleh APBN, 5 Hektar dari APBD dan 15 Hektar lagi swadaya. Ada pun 70 Hektar lahan baru itu berada di wilayah Kecamatan Sentolo, Nanggulan dan Pengasih.

"Ke depan, kita akan menargetkan cetak lahan baru hingga 200 Hektar, namun sekarang ini masih menunggu selesainya pembangunan infrastrukturnya terlebih dahulu, seperti irigasi dan lain-lain,"pungkasnya.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: