SABTU, 6 AGUSTUS 2016

BALI ---‎ Sejak pagi ratusan pelajar dari SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar tampak memenuhi Lapangan Pantai Padang Galak untuk ikut memeriahkan Denpasar Kite Festival 2016. Dengan mengambil tema “Dengan Melayangan Kita Satukan Cipta Rasa dan Karsa Dalam Perbedaan Menuju Keseimbangan” Pemerintah Kota Denpasar bekerjasama dengan Pelangi Denpasar kembali menggelar Denpasar Kite Festival II Tahun 2016. 


Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Denpasar Wayan Gunawan, Wakil Ketua DPRD I Wayan Mariyana Wandhira, Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan berserta undangan lainnya dengan menaikkan layang-layang hasil Workshop layang-layang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar beberapa waktu lalu pada Sabtu (6/8) di Pantai Padang Galak Denpasar.

Ketua Panitia Penyelenggara Denpasar Kite Festival II, I Wayan Mariyana Wandhira mengatakan, perlombaan layang-layang ini telah memasuki tahun ke-2 dengan peningkatan peserta setiap tahunnya yang cukup drastis. Layang-layang yang akan mengudara berlomba menunjukan ke elokannya di udara.

Berbagai jenis layangan seperti layangan janggan, bebean, pecukan, janggan buntut dan layangan kreasi akan menghiasi langit Denpasa selama dua hari ini, dari tanggal 6 sampai 7 Agustus 2016. 


Sementara itu, untuk peserta tidak hanya dari Denpasar saja, Denpasar Kite Festival ini juga diikuti dan dimeriahkan oleh peserta dari seluruh kawasan Bali. Adapun para juri berasal dari unsur seniman layangan dan budayawan yang akan menilai layangan dari segi warna, bentuk, guwangan, kondisi terbang dan kekompakan peserta. 

“Melayangan bukan sekedar melayangan tapi menyatukan perbedaan tempat, warna maupun tradisi kita satukan untuk menjadi sebuah kesimbangan atau harmonisasi peserta, penyelengara serta lingkungan” ujar Wandhira. 

Selain itu, dengan diadakannya kegiatan ini berupaya memberi ruang gerak kepada para undagi, peserta, pencinta untuk menunjukan hasil karyanya yang bisa ditonton, dinikmati serta sebagai ajang rekreasi.

Sedangkan salah satu senior Undagi Layangan Pelangi Bali, Ketut Magita mengatakan, pada saat ini pemerintah tidak meragukan lagi anak-anak yang main layangan tidak seperti dulu yang arogan dalam arti tidak tertib dijalan tapi sekarang sudah menciptakan layangan system knock down

“Dengan diadakannya lomba layang-layang ini yang merupakan suatu potensi melestarikan budaya yang tidak dimiliki daerah lain maupun negara lain dan sangat perlu dilestarikan serta suatu daya tarik pariwisata dan tidak hanya sekedar main-main tetapi meneruskan tradisi pendahulu kita” ujar Ketut Magita.
[Bobby Andalan]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: