SENIN, 29 AGUSTUS 2016

PROBOLINGGO --- Untuk ke delapan kalinya, Kota Probolinggo kembali menggelar sebuah acara bertajuk SEMIPRO (Seminggu di Probolinggo). Acara yang di gelar mulai tanggal 26 Agustus yang lalu hingga 4 September 2016 ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 dan Hari jadi Kota Probolinggo ke-657. 


Beragam rangkaian kegiatan dan juga lomba telah di persiapkan untuk turut memeriahkan kegiatan tahunan tersebut di antaranya adalah lomba Tari Pelajar. Lomba yang di ikuti oleh siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini di gelar di halaman depan Museum Probolinggo Jalan Suroyo Kota Probolinggo.

"Tujuan diadakaannya lomba tari pelajar ini adalah untuk melestarikan seni yang bersifat tradisional serta menanamkan rasa cinta kepada para pelajar terhadap budayanya sendiri, dan lomba ini diikuti oleh 12 pelajar SLTP serta 12 pelajar SLTA dan baru pertama kalinya di lombakan di gelaran SEMIPRO" jelas Hartono, Kepala bidang kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dispobpar) Kota Probolinggo, Senin (29/8/2016).


Menurutnya, untuk dapat mengikuti lomba ini tidak di perlukan kriteria yang rumit, yang penting para peserta harus menampilkan tarian tradisional dan bukan tarian modern. Tarian yang di bawakan juga bisa di ambil dari tari tradisional yang ada di luar daerah Probolinggo.

"Nantinya pemenang dari lomba tari ini akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piala dan juga piagam" ujarnya.


Lebih lanjut Hartono juga mengatakan bahwa selain lomba tari pelajar, dari bidang kebudayaan juga akan di lombakan seni kebudayaan lainnya yaitu lomba Jula-juli, kesenian musik mendalungan dan festival jaranan Bodhag untuk meramaikan kegiatan SEMIPRO 2016.

"Khusus kesenian Jaranan Bodhag ini sendiri, melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 14 Agustu 2014 telah di tetapkan sebagai warisan budaya non benda" pungkasnya.
(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: