SENIN, 15 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung akan memberikan remisi (pemotongan masa hukuman) kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebanyak 306 warga binaan. 


Menurut Kepala Lapas Kelas II A Kalianda, Gunawan Sutrisnadi, remisi diberikan kepada warga binaan yang menjalani masa pidana umum sebanyak 208 orang, pidana narkoba sebanyak 98 orang.

Pemberian remisi sebanyak 306 orang tersebut menurut Gunawan Sutrisnadi terdiri dari warga binaan yang mendapat remisi bebas langsung sebanyak 12 orang terdiri dari sebanyak 10 orang menjalani pidana umum dan sebanyak 2 orang menjalani pidana narkoba. Pemberian remisi tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Pertahanan RI,tentang pemberian remisi umum 17 Agustus.

“Ratusan warga binaan penerima remisi tersebut menerima pengurangan masa hukuman saat HUT RI dengan masa pengurangan hukuman tidak sama atau bervariasi diantaranya selama satu bulan hingga enam bulan,” ungkap Gunawan Sutrisnadi saat ditemui media Cendana News di Lapas kelas II A Kalianda,Senin (15/8/2016)


Gunawan mengungkapkan, surat dan keputusan remisi akan diberikan langsung oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan bertepatan dengan kegiatan puncak peringatan HUT RI ke-71 sekaligus bersama kegiatan pemerintah daerah Lampung Selatan bersama dengan Forkopimda Lampung Selatan yang terdiri dari pimpinan DPRD Lampung Selatan,Polres serta Kejaksaan Negeri Kalianda dan Pengadilan Negeri Kalianda.

Menurut Gunawan, remisi atau pengurangan masa tahanan ini, diberikan kepada warga binaan yang dinilai memiliki prilaku baik selama menjalani masa tahanannya. Remisi ini diberikan berdasarkan dari perilaku masing-masing warga binaan.

Gunawan mengungkapkan, pihaknya mengaku bangga terhadap warga binaan yang ada di Lapas Kelas II A Kalianda. Pasalnya, para warga binaan yang saat ini sedang menjalani masa tahanan mampu menorehkan berbagai prestasi dari segala bidang bidang.
   
“Saya selaku Kepala Lapas di sini tentunya merasa bangga. Sebab warga binaan disini telah banyak yang mendapatkan piagam penghargaan atas sebuah karya yang ditampilkan melalui sebuah event kegiatan yang diikuti oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara,” katanya.

Lanjutnya, keberhasilan yang telah diraih itu, tentunya tidak terlepas dari peran serta dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lamsel, masyarakat dan juga warga binaan yang ada di Lapas Kelas II A Kalianda.
   
Pemberian remisi pada tahun ini menurut Gunawan cukup istimewa karena selain warga binaan menerima remisi sebagian penerima remisi juga akan menerima ijazah kejar paket C (setara SMA) sebanyak 16 orang yang pemberian ijazahnya akan diberikan bersamaan dengan pemberian remisi oleh bupati Lampung Selatan.

Arahman Abubakar (41) salah satu warga binaan yang sudah menjalani masa hukuman pada tahun keenam mengaku senang dirinya akan mendapat remisi. Ia yang sudah menjalani masa hukuman selama enam tahun dari masa tahanan selama delapan tahun mengaku sudah tiga kali menerima remisi diantaranya remisi hari raya,remisi dasawarsa, remisi hari ulang tahun RI.


“Saya bersyukur mendapat pengurangan masa hukuman yang telah saya jalani dan saya akan tetap menjalani sisa masa hukuman saya yang masih lama lagi” ungkap Arahman.

Ia mengaku pembeian remisi oleh Kemenkumham cukup membantunya dalam mengurangi masa tahanan yang harus dijalaninya selama beberapa tahun. Selain mendapat remisi dirinya mengaku selama menjalani masa hukuman ia membekali dirinya dengan keahlian pengobatan tradisional berupa pijat refleksi. Selama di Lapas dirinya bahkan telah mendapat surat terdaftar pengobat tradisional (STPT) dengan nomor: 070/BATTRA/2013.

Selain memberikan remisi kepada ratusan warga binaan pemasyarakatan,Lapas Kelas II A Kalianda juga ikut mengisi kemeriahan HUT RI ke-71 dengan mengadakan berbagai perlombaan di dalam lapas diantaranya lomba yang bersifat  tradisional dan menggembirakan bagi para warga binaan.

Beberapa lomba yang diselenggarakan oleh Lapas Kelas II A Kalianda diantaranya lomba makan kerupuk,memasukkan pensil dalam botol,masukin belut, pecah balon dengan mata tertutup, terompah, panjat pinang, serta pertandingan bersifat olahraga diantaranya lomba tenis meja dan bulu tangkis. Semua perlombaan dilakukan untuk memberikan hiburan kepada seluruh warga binaan yang menjalani masa hukuman di Lapas tersebut.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: