SABTU, 6 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Sebanyak 1.762 kasus kekerasan seksual, perdagangan manusia (traficking), incest dan sejenisnya melibatkan anak di bawah umur dan generasi muda baik sebagai korban dan atau pelaku terjadi sepanjang tahun 2015. Sementara data Komisi Nasional Perempuan menyebut 6.500 kasus kekerasan terhadap perempuan juga terjadi sepanjang tahun itu


Berdasar data tersebut, berbagai upaya pun dilakukan guna memberikan kesadaran pentingnya peran serta masyarakat dalam mengungkap suatu tindak kejahatan yang mungkin diketahui atau bahkan mungkin dialaminya. Dalam melakukan pelaporan itu, masyarakat sebagai saksi atau korban pelapor berhak mendapatkan perlindungan. Namun, banyak sebagian masyarakat belum memahami adanya hak mendapatkan perlindungan dalam kapasitasnya sebagai saksi atau korban pelapor.

Sementara itu, berbagai tindak pidana kejahatan sekarang ini lebih banyak menimpa generasi muda dan bahkan anak di bawah umur. Karena itu, LPSK saat ini gencar menyosialisasikan pemahaman tentang peran dan fungsi LPSK dan hak serta kewajiban masyarakat dalam kapasitasnya sebagai saksi dan atau korban pelapor.

"Kita tidak bisa tinggal diam dengan kondisi itu dan perlu gerakan penyadaran pentingnya partisipasi masyarakat dalam penanganan suatu kasus kejahatan dengan melaporkan kepada perangkat penegak hukum. Ini karena kejahatan memang berada di sekitar kita,"jelas Abdul Haris Semendawai, Ketua LPSK, saat memberi sambutan dalam Penganugerahan Pemenanh Lomba Penulisan Artikel dan Desain Poster bertema Gagasan Anak Negeri untuk Indonesia Berkeadilan, Sabtu (6/8/2016), di Yogyakarta.

Abdul mengatakan, lomba dalam rangka sosialisasi peran dan fungsi serta berbagai hal terkait LPSK, tahun ini diadakan di Yogyakarta. Menurutnya, dipilihnya Kota Yogyakarta karena selama ini kota tersebut dikenal sebagai kota pelajar dan menjadi barometer pendidikan bagi daerah lain di Indonesia.

Dengan berbagai lomba tersebut, lanjut Abdul, diharapkan generasi muda semakin memahami peran dan fungsi LPSK, yang pada gilirannya kemudian mampu menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda untuk berpartisipasi dalam mengungkap suatu tindak kejahatan, baik yang diketahuinya maupun yang dialaminya sendiri.

Sementara itu, Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA), Artidjo Alkostar, dalam ceramah ilmiahnya menyatakan, perlindungan terhadap saksi dan korban, juga menjadi penting karena bisa memperjelas posisi sebuah kasus kejahatan. Dengan adanya perlindungan saksi, lanjutnya, juga bisa lebih membantu meyakinkan hakim, karena meski telah memiliki putusan, seorang hakim juga membutuhkan keyakinan di dalam hatinya, bahwa putusannya tersebut memang benar.

Sosialisasi peran dan fungsi LPSK melalui lomba penulisan artikel dan desain poster telah berlangsung sejak Mei hingga 20 Juli 2016, lalu. 

Humas LPSK, Fahrur Haqiqi menjelaskan, lomba penulisan artikel tingkat Sekolah Menengah Atas dimenangkan oleh Fariza Eka Aulia dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan tingkat perguruan tinggi diraih mahasiswa Universitas Terbuka Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) Yogyakarta, Sulfiza Ariska. 
[Koko Triarko] 
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: