RABU, 17 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Hari Ini seluruh masyarakat Indonesia di seluruh pelosok tanah air, dari Sabang sampai Merauke merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Bangsa Indonesia memang telah terbebas dari penjajahan secara fisik.


Tapi secara ekonomi, sebagian besar masyarakat Indonesia belum sepenuhnya merdeka dari secara ekonomi, ribuan bahkan jutaan masyarakat pinggiran, petani dan nelayan masih hidup dan berkubang dalam kemiskinan.

Negara sampai sekarang belum sepenuhnya mampu hadir menjamin kehidupan masyarakat menjadi masyarakat yang sejahtera, berdaulat dan terbebas dari kemiskinan.

"Bagi kami sebagai nelayan, makna merdeka sederhana saja tidak usah muluk-muluk, bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dan bisa membiayai anak sekolah" kata Amanah, nelayan pantai Tanjung Karang Kota Mataram kepada Cendana News, Rabu (17/8/2016).

Tapi dengan kehidupan sekarang, pendapatan tidak jelas, bagaimana mau merdeka, kehidupan dari hasil melaut sebagai nelayan hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bersama keluarga dengan alat tangkap seadanya.

Ia mengaku sebenarnya sudah bosan menjalani pekerjaan sebagai nelayan, karena penghasilan tidak menentu dengan alat tangkap tradisional ala kadarnya, tapi mau bagaimana tidak ada pekerjaan lain.

"Kita sebagai nelayan penghasilan tidak tetap, tergantung cuaca, kalau cuaca buruk nelayan nganggur, sementara kebutuhan keluarga harus tetap dipenuhi setiap hari, mau kerja lain susah, sawah juga tidak punya" kata Amanah.

Pengakuan sama juga diungkapkan, Ahmad, petani Kelurahan Jempong Barat Kota Mataram, sebagai petani dirinya mengaku khawatir dengan keberadaan lahan yang di Kota Mataram yang terus mengalami penyempitan.

"Saya ini masyarakat biasa yang tidak pernah sekolah dan hanya bisa bertani, melihat banyak sawah yang sudah banyak hilang dijadikan bangunan, khawatir juga, jangan sampai sawah saya terkena, karena satu-satu warisan nenek moyang tempat menghidupi kebutuhan hidup keluarga" tutur Ahmad.

Ditambahkan, dengan kondisi semacam ini, pemerintah mana mau peduli dengan kondisi masyarakat, paling pas kampanye pemilihan saja baru menemui warga, supaya dipilih, setelah itu tidak ada apa-apa lagi.(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: