SENIN, 29 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Peningkatan kesejahteraan petani dengan menyediakan benih padi bermutu terus dilakukan oleh petani di Kecamatan Ketibung Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung salah satunya dengan penanaman jenis padi varietas Inpari 30. Menurut salah satu pendamping,Kapten Norizwan Tamil yang juga selaku Komandan Komando Rayon Militer 421-Lampung Selatan, upaya tersebut merupakan bentuk membangun kemandirian benih untuk ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Selatan.


Menurut Kapten Norizwan Tamil koordinasi antara petani, koramil serta pihak ketiga dalam upaya penyediaan benih awal yang selanjutnya saat masa panen akan menjadi sumber benih bermutu dengan varietas inpari 30. Norizwan mengungkapkan, selain kemandirian benih sesuai dengan tugas para bintara pembina desa (Babinsa) mendampingi para petani maka petani melakukan penanaman jenis padi bermutu. Selain itu Desa Tanjungan selama ini dijadikan pusat riset benih padi Tanjungan dengan produski benih bernas Inpari 30.

“Kondisi alam yang cocok di Kecamatan Ketibung membuat pihak yang peduli dengan kemandirian petani menggandeng petani dalam upaya menyediakan benih bermutu bagi petani di wilayah Kecamatan Ketibung”ungkap Norizwan Tamil saat dikonfirmasi media Cendana News,Senin (29/8/2016)

Ia mengungkapkan pengembangan varietas benih padi unggul tersebut merupakan pengembangan dari pusat riset benih padi PT Sumber Agro Semesta (SAS) di Tanjungan dengan varietas benih terbaru berupa Bernas Inpari 30. Pihak PT SAS kepada petani menyatakan produksi benih inpari 30 dikembangkan di lahan seluas 4,6 hektar dengan hasil benih sekitar 6,5-7 ton perhektar.

“Selanjutnya padi yang akan dipanen dijadikan benih yang akan ditanam oleh para petani di wilayah Ketibung sebagai percontohan penggunaan benih bermutu” ungkapnya.

Hasil yang cukup menjanjikan dan sudah terbukti dengan beberapa lahan yang dipanen menurut Norizwan merupakan upaya untuk penyerapan gabah (Sergab) yang menjadi program TNI dan Bulog dengan melibatkan masyarakat untuk menyerap padi petani. Penyerapan padi dari petani menjadi langkah ketahanan pangan yang terus dilakukan pemerintah melalui kementerian pertanian,bulog,dan TNI.


Selain itu salah satu penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan, Ansori, mengungkapkan salah satu keunggulan varietas padi Inpari 30 diantaranya adalah tahan rendaman atau genangan air. Varietas ini merupakan varietas ciherang yang mempunyai gen tahan rendaman sub-1 atau biasa disebut Ciherang Sub-1.

Kondisi musim penghujan yang mulai datang juga membuat petani harus lebih pintar memilih varietas yang akan ditanam dengan memperhatikan rekomendasi varietas padi sesuai dengan keunggulan varietas tersebut sehingga bisa menjadi alternatif tanam padi di musim penghujan dan daerah rawan banjir.

“Benih padi ini cocok ditanam menjelang menghadapi musim penghujan karena tahan terhadap kondisi banjir sehingga petani tidak kuatir melakukan penanaman padi bahkan di daerah rawan banjir karena varietas biasa rawan busuk jika terendam banjir” ungkap Ansori.

Selain memiliki ketahanan terhadap kondisi alam ia berharap para petani bisa meningkatkan hasil padi yang selama ini ditanam oleh para petani dengan menggunakan varietas padi lain. Selain untuk peningkatan hasil pertanian padi diharapkan penanaman jenis benih varietas unggul bisa meningkatkan taraf ekonomi petani di wilayah Ketibung.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: