RABU, 17 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Masyarakat nelayan di kabupaten Sikka diharapkan bisa menjaga ekosistem dan keindahan laut. Hal tersebut dinilai penting agar potensi keindahan alam bawah laut yang ada di gugus laut teluk Maumere tetap terjaga dengan baik. Demikian disampaikan AKBP Ardy S KBO Ditpolair Polda NTT kepada media usai pengibaran bendera Merah Putih di dasar laut, Rabu (17/8/2016).


Dikatakan Ardy, para nelayan jangan mengambil karang dan merusak ekosistem laut dengan menggunakan alat penangkap ikan ilegal.

“Gunakan cara-cara menagkap ikan yang ramah lingkungan, jangan menggunakan bom dan kegiatan lainnya yang bisa menghancurkan ekosistem laut,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Januaris Goleng, direktur Capa Resort. Keindahan alam bawah laut gugus laut  teluk Maumere sangat indah. Meski ada beberapa spot yang rusak terkena tsunami, namun banyak yang masih terjaga.

“Keindahan ini yang perlu dijaga sehingga wisatawan kembali membanjiri kabupaten Sikka sama seperti sebelum terjadinya tsunami tahun 1992,” tuturnya.

Untuk itu tambah Januaris, pihaknya selalu mempromosikan keindahan wisata bahari di Sikka dengan melakukan berbagai kegiatan agar potensi wisata ini bisa dikenal dunia. Dirinya berharap agar masyarakat juga harus menjaga keindahan laut ini.

“Potensi wisata ini bisa dijual namun semua pihak harus mendukungnya dengan menjaga kelestarian dan mengembangkan potensi yang ada agar bisa menarik wisatawan,” pesannya.

Gugus laut teluk Maumere sudah terkenal ke mancanegara sejak tahun 1980-an. Potensi wisata ini awalnya dipromosikan tokoh Flores Alm. Frans Seda dengan menggelar berbagai event pariwisata dan mempromosikan keindahan alam bawah lautnya.


Namun sejak tsunami dan gempa dhasyat yang menghantam Flores khususnya kabupaten Sikka 12 Desember 1992 beberapa areal yang dipenuhi karang sempat mengalami kehancuran.

Potensi iniyang coba digali kembali dan diperkenalkan kepada dunia. Pemda Sikka pun sejak tanggal 17 Agustus 2016 menggelar lomba foto bawah laut yang dihadiri berbagai fotografer dari berbagai negara.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: