MINGGU, 7 AGUSTUS 2016

BALI --- ‎Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Megawati Soekarnoputri bersama 29 Duta Besar (Dubes) negara sahabat, masing-masing menanam satu pohon langka berbagai jenis, di Kebun Raya Eka Karya Bali (Kebun Raya Bedugul), Sabtu 6 Agustus 2016. Kegiatan yang dirancang Megawati itu dikemas dalam program "Tour of Eka Karya Botanical Garden in Bedugul, Bali".


Sejatinya, ada 30 Dubes yang diajak Megawati, namun Dubes Republic Korea batal hadir. Mereka yang hadir adalah Dubes Mosambique, Yordania, Irak, Zimbabwe, Azerbaijan, Bosnia & Herze, Finlandia, India, Vietnam, Turki, Afganistan, Singapura, Filiphina, Belarus, Venezuela, Pakistan, Peru, Lebanon, Maroko, Argentina, Banglades, Hungaria, Brasil, Rusia, Serbia, Myanmar, Italia, Laos, dan Srilanka.

Pada kesempatan itu Megawati didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Deputi Bidang Ilmu Pengatahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPH-LIPI), Enny Sudarmonowati dan Bendahara Umum DPP PDIP yang juga Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Badung, Bupati Tabanan dan Kapolda Bali ikut hadir dan turut menanam pohon langka. Adapun Gubernur Bali tidak hadir. Namanya juga tidak ada dalam daftar peserta yang ikut menanam pohon langka itu.

Dari daftar nama pohon langka yang dirilis pengelola Kebun Raya Bedugul, Megawati kebagian menanam pohon dengan nama latin Andasonia Digitata L. Pohon langka lain yang ditanam para Dubes, diantaranya Pouteria Campechiana (Kunth) Baehni, Inocarpus Fagifer (Parkinson) Fosberg, Osmanthus sp., annona Montana Macfad, Mimusops Elengi L., Aglaia Odorata Lour dan lainnya.

Selanjutnya, Megawati mengajak para dubes melihat satu per satu spesies tanaman langka yang ditanam oleh para menteri maupun puluhan dubes negara sahabat sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Megawati mengungkapkan, saat pertama kali menjadi Ketua YKRI, banyak pengurus kebun raya di Indonesia menyampaikan keprihatinan terkait kondisi kebun raya yang ada. Sebab, kebun raya itu tidak menjadi sebuah tempat untuk atraksi dan rekreasi masyarakat. Karena itulah, Megawati berkomitmen untuk merawat dengan baik semua kebun raya yang ada di Tanah Air, dan menyosialisasikannya kepada masyarakat.

Hasil kerja kerasnya berbuah positif. Sebab, banyak masyarakat yang berdatangan ke Kebun Raya. Para pengurus kebun raya kemudian mengaku kewalahan menghadapi pengunjung yang jumlahnya sangat banyak.

“Sekarang mereka merasa, boleh saya menyebutnya pusing, tapi pusing senang karena semakin banyak masyarakat yang datang ke sini. Dan lingkungan ini seperti semakin kecil," ujar Megawati.

Ia sangat berharap agar ke depan pemerintah melibatkan berbagai pihak untuk membangun sebuah kebun raya yang mengagumkan, baik dari sisi kewisataan maupun dari sisi kelengkapan penelitian. Ia mengaku sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa ke depan Indonesia sangat membutuhkan lingkungan hidup.

"Itu harus diprioritaskan karena semuanya sudah mengetahui tantangan alam ke depan, seperti antara lain perubahan iklim, global warming.  Kalau kita sendiri tidak memacu hal itu, maka saya sangat mengkhawatirkan, kita akan banyak kehilangan plasma nutfah kita. Termasuk apa yang ada di kebun raya ini,” tegasnya.

Ia mengaku bersyukur karena sekarang ini di daerah-daerah mulai muncul niat untuk membuat kebun raya. Hal itu patut diapresiasi. Megawati mengatakan, ada lima hal yang menjadi fungsi dan perhatiannya terhadap keberadaan sebuah kebun Raya, yakni penelitian, pendidikan, konservasi, jasa lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Alhamdulillah, sekarang di daerah-daerah itu semakin mempunyai niat untuk membuat kebun raya. Karena kebun raya kan ada lima hal yang menjadi fungsi dan konsennya, penelitian, pendidikan, konservasi, jasa lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkas Megawati.
[Bobby Andalan]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: