JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Kekayaan sumber Minyak dan Gas (Migas) yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur rupanya masih belum mampu perkaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah setempat. Pasalnya banyaknya lokasi pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan berada di atas 4 Mil dari daratan, sehingga daerah ini tidak masuk kategori daerah penghasil, akibatnya cipratan dana bagi hasil yang diperoleh cukup sedikit.

Moh Kahir, Kepala Kantor  (ESDM) 
Kabupaten Sumenep.
Dari sekian banyak perusahaan yang minyak dan gas (Migas) yang melakukan eksplorasi dan ekspliotasi di daerah ujung timur Pulau Madura ini tidak semuanya masuk wilayah daerah Sumenep. Melainkan dari beberapa sumber Migas yang ada masuk wilayah Provinsi Jawa Timur, maka daerah ini hanya menjadi tempat sumber dimana perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi.

“Daerah ini memang kaya sumber minyak dan gas (Migas), tetapi letak eksploitasi Migas tersebut berada di di atas 4 Mil dari daratan, makanya Sumenep statusnya tidak masuk pada daerah penghasil,” kata Moh Kahir, Kepala Kantor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Kamis (19/8/2016)

Disebutkan, bahwa apabila ada anggapan dari berbagai kalangan mengenai pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak transparan, itu sangat keliru. Karena dana tersebut sudah memiliki aturan tentang regulasi penggunaannya, sehingga sangat tidak mungkin terjadi permainan maupun salah sasaran dalam penggunaannya.

“Jadi sangat tidak mungkin danan tersebut dipermainkan, karena sudah jelas ada aturan yang harus diikuti,” jelasnya.

Selama ini keberadaan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan Minyak dan Gas (Migas) yang beroperasi di daerah ini seringkali dipertanyakan oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut. Sebab sejak adanya pengerukan terhadap kekayaan daerah tersebut, kontribusi terhadap masyarakat tidak kunjung jelas, bahkan kemiskinan di daerah yang dekat dengan lokasi eksplorasi maupun eksploitasi masih saja ada. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: