KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Permainan game balap mobil baik online maupun offline, sedemikian marak dimainkan oleh kalangan muda dari beragam usia. Permainan itu bahkan telah menjadi semacam candu bagi para penggemarnya. Namun, jangan risau. Hobi bermain game balap itu kini dilirik sebagai media mencari bakat-bakat muda pembalap kelas dunia.


Kendati hanya permainan atau game, kemampuan mengemudi di dunia virtual game atau dunia maya tetap membutuhkan talenta khusus yang tidak semua orang memiliki. Apalagi, mengemudi dengan kecepatan tinggi dengan medan sulit seperti dalam game virtual gran turismo yang sangat populer di kalangan para gamer.

Talenta khusus itulah yang hendak ditangkap oleh sebuah perusahaan otomotif di bidang perakitan dan penjualan mobil di Indonesia, PT Nissan Motor Indonesia (NMI), melalui lomba balap mobil gran turismo dalam sebuah permainan virtual game. Tak sekedar permainan, peserta lomba game balap mobil yang dikemas dalam Nissan GT Academy 2016 akan diseleksi, untuk kemudian dibekali dengan berbagai kemampuan fisik dan teknis. Peserta yang memenuhi syarat kemudian akan diterjunkan dalam lomba balap mobil sungguhan berkelas internasional.

General Manager Marketing Strategy NMI, Budi Nur Mukmin, ditemui Kamis (4/8/2016), mengatakan, Nissan GT Academy yang mulai digelar rutin setiap tahun sejak 2008 telah merekrut sekitar 6 Juta peserta dari seluruh dunia. Tujuan dari lomba game virtual ini adalah menjembatani dunia maya dan nyata bagi pemain game balap untuk bisa menjadi pembalap profesional sungguhan.

Diungkapkan Budi, selama penyelenggaraannya sejak 2008 itu, setidaknya ajang Nissan GT Academy telah melahirkan 20 pembalap sungguhan dari berbagai negara. Bahkan, beberapa di antaranya telah menjadi pembalap profesional. Lulusan Nissan GT Academy 2015 asal Negara Inggris bernama Jann Mardenborough, kata Budi, telah mengikuti kompetisi balap di ajang World Endurance Championship di kelas LMP1 dan GP3. Lalu, pemenang Nissan GT Academy 2008, Lucas Ordonez asal Negara Spanyol, tahun ini akan mengikuti balap mobil di Le Mans 24 Hour di Kelas LMP1 Pemula.

Budi berharap, dengan ajang lomba game balap mobil ini bakat-bakat pembalap tersembunyi di Indonesia bisa digali. Lomba yang terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya itu kali ini digelar di Yogyakarta hingga Minggu 7 Agustus 2016. Yogyakarta adalah kota ketiga yang dipilih untuk penyelenggaraan Nissan GT Academy setelah Jakarta dan Bandung, Jawa Barat. Ditargetkan, sebanyak 20.000 peserta dari seluruh Indonesia akan terjaring, untuk diseleksi lebih lanjut sehingga diperoleh 20 pemenang.

"Dari 20 pemenang itu akan dikarantina di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, untuk mendapatkan 6 pemenang terbaik yang akan diterjunkan di International Race Camp di Silverstone, Inggris", pungkas Budi. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: