SABTU, 20 AGUSTUS 2016

TUBAN --- Tidak heran rasanya jika selama ini Tuban mendapat julukan sebagai kota 1000 goa, karena ternyata di Kabupaten yang berada pada jalur Pantai Utara (Pantura) ini memiliki cukup banyak tempat wisata alam berupa goa yang bisa di nikmati keindahannya, salah satunya yaitu Putri Asih yang berada di area hutan jati, tepatnya di Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.


Untuk bisa sampai ke goa ini, wisatawan harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dari pusat kota dan akan melewati hutan Jati. Beruntung, akses jalan menuju ke tempat wisata alam ini sudah berupa aspal yang halus sehingga mudah untuk dilalui berbagai jenis kendaraan.

Sesampai di lokasi, pengunjung akan disambut oleh rimbunnya ribuan pohon Jati yang banyak tumbuh di sekitat goa. Untuk bisa masuk ke dalam goa, pengunjung hanya dipungut biaya Rp. 10.000,- per orang.

Selama berada di dalam goa, para pengunjung akan menyusuri satu per satu ruangan dalam goa dengan luasan yang beragam. Selain itu pengunjung juga disuguhi berbagai keunikan bentuk stalaktit dan stalagmit yang menjadi ciri khas batuan goa kapur. Ditambah lagi pegangan tangga yang terbuat dari bambu dan beberapa tetesan air yang jatuh dari atas membuat suasana di dalam goa terkesan semakin alami.


Suasana goa Putri Asih yang masih terjaga kealamiannya tersebut rupanya mampu membuat para pengunjung takjub, seperti yang dirasakan Puspita.

Menurutnya keindahan goa Putri Asih yang baru di buka kembali untuk umum pada awal bulan Juli 2016 yang lalu ini tidak kalah menawan jika di bandingkan dengan goa Akbar yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat luas.

"Bentuk ornamen stalaktit dan stalagmit di goa Putri Asih sangat menakjubkan, unik dan ukurannya juga beragam. Bahkan ada yang berbentuk seperti kelambu,"ungkapnya.

Namun begitu ia juga menyampaikan ada beberapa hal mengenai fasilitas yang mungkin bisa di tambahkan agar goa Putri Asih semakin baik lagi, diantaranya kurangnya penerangan dalam goa dan kipas angin yang jumlahnya dirasa masih kurang.

"Di dalam goa udaranya cukup panas dan membuat badan cepat sehingga perlu di tambah jumlah kipas anginnya agar pengunjung bisa lebih nyaman lagi,"ucapnya.


Hal tersebut diakui Rofik salah satu penjaga goa, menurutnya goa yang kini dikelola oleh koperasi Wonoasih masih dalam tahap pengembangan, sehingga fasilitas yang ada sekarang memang dirasa masih kurang lengkap.

"Goa ini memang masih dalam pengembangan, kedepannya selain penambahan fasilitas juga akan di tambah beberapa tempat sebagai pusat permainan anak, out bond dan panggung budaya,"jelasnya.

Lebih lanjut, Rofik juga menjelaskan bahwa sebenarnya goa Putri Asih sudah sempat dibuka untuk umum pada tahun 2002, tapi karena beberapa alasan akhirnya pada tahun 2006 goa tersebut di tutup dan baru di buka lagi pada awal Juli 2016.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: