JUMAT, 26 AGUSTUS 2016

SOLO --- Banyaknya jamaah calon haji asal Indonesia yang meninggal menjadi catatan tersendiri bagi Kementrian Kesehatan RI. Hingga 25 Agustus kemarin tercatat JCH yang meninggal dunia di tanah suci telah mencapai 22 jamaah. 


“Kasus meninggalnya jamaah haji Indonesia tak lepas dari kondisi kesehatan yang kurang bagus. Kementerian Kesehatan Saudi Arabia juga meminta agar Indonesia mengirimkan jemaah haji yang tidak membebankan di sana,”ujar Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek di sela-sela kunjungannya membuka Konas Perhati Peningkatan Profesionalisme Dokter THT, di Solo, Jumat (26/8/2016).

Menurut Menkes, Indonesia juga tidak ingin terlalu membebani pemerintah Arab Saudi karena dengan banyaknya jemaah haji asal Indonesia  yang meninggal dunia. Menkes juga menyatakan jika pihaknya sudah melakukan pengecekan kesehatan jauh sebelum pelaksanaan ibadah haji. 

“9 bulan sebelumnya diberangkatkan, Kemenkes melalui tim kesehatan yang ada di wilayah masing-masing telah melakukan pengecekan terhadap jamaah calon haji,” terangnya.


Termasuk adanya 22 jamaah haji asal Indonesia yang meninggal di tanah suci, Menkes menyatakan sudah dilakukan antisipasi dini. Salah satunya dengan tidak memberangkatkan jamaah yang  beresiko tinggi.  Seperti megalami sakit gagal ginjal karena harus cuci darah, stroke berat, dan kanker stadium lanjut. 

“Oleh karena itu, mereka yang beresiko tinggi kita tunda keberangkatannya. Ini juga untuk meminimalisir angka kematian jamaah haji di tanah suci. Ibadah haji tidak hanya mampu biaya, namun juga harus mampu fisiknya. Oleh karena itu, jemaah haji asal Indonesia harus mempersiapkan kesehatannya dengan baik,” pungkasnya.
[Harun Alrosid]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: