KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Pemerintah Indonesia melalui pernyataan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jendral TNI (Pur) Wiranto menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, ternyata memang benar adanya kabar dua orang sandera Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil melarikan diri atau melepaskan diri dari penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di wilayah Negara Filipina.


Kedua orang tersebut masing-masing adalah Muhammad Sofyan dan Ismail, keduanya belakangan diketahui telah diculik kelompok teroris bersenjata anak buah Abu Sayyaf sejak tanggal 23 Juni 2016 di sekitar wilayah perairan Negara Filipina. Hingga saat ini, 8 WNI lainnya yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

Demikian dikatakan Menkopolhukam Wiranto saat ditemui wartawan di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis sore (18/8/2016). 

"Bisa dikatakan berita lolosnya 2 orang WNI dari tangan kelompok Abu Sayyaf tersebut merupakan kado istimewa hadiah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, kedua orang WNI tersebut masing-masing adalah Muhammad Sofyan dan Ismail, saat ini Sofyan berada di wilayah Zamboaga, sedangkan Ismail berada di wilayah Sulu, keduanya sedang menjalani pemeriksaan medis dan dalam perlindungan aparat keamanan Pemerintah Filipina" kata Menkopolhukam Wiranto di kantornya, Kamis sore (18/8/2016).

Menkopolhukam Wiranto mengatakan "kedua Menteri Luar Negeri, baik Indonesia maupun Filipina terus berkomunikasi secara intensif terkait dengan penanganan pembebasan para sandera, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kita di Manila, Filipina, sedang menangani masalah tersebut, terkait dengan kronologis bagaimana ceritanya mereka berdua berhasil melepaskan diri dari penyandera, nanti akan kita jelaskan pada kesempatan berikutnya," katanya kepada wartawan di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: