SABTU, 13 AGUSTUS 2016

LOMBOK --- Jelang perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia 17 Agustus 1945, beragam acara digelar masyarakat dan instansi pemerintahan memeriahkan HUT RI, mulai lomba gerak jalan, loma bertemakan nasionalis dan lomba bertemakan kebudayaan, dengan menampilkan sejumlah pameran seni dan kebudayaan untuk dipertontonkan kepada masyarakat.


Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB) misalkan, setiap tahun menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dengan menggelar lomba presean dengan menghadir pepadu - pepadu(jagoan) terkenal untuk beradu ketangkasan.

"Lomba Presean merupakan kesenian tradisional masyarakat Lombok yang biasa dilakukan jelang menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI mapun acara kebudayaan di NTB" kata Sunardi, tokoh masyarakat Desa Narmada, Kabupaten Lombok Barat kepada Cendana News, Sabtu (13/8/2016).

Presean sendiri merupakan kesenian tradisional masyarakat Suku Sasak Lombok, mempertemukan pepadu laki dari berbagai pelosok Pulau Lombok untuk beradu ketangkasan dan kemampuan bela diri bersenjatakan sebilah rotan, berprisaikan kulit sapi atau kerbau yang telah dikeringkan.

Meski termasuk kesenian yang sedikit ekstrim, seni presean bagi masyarakat Suku Sasak Lombok mengandung pesan moral dan nilai filosofi tinggi dan bukan sekedar adu ketangkasan fisik semata, ada unsur persaudaraan, sikap kesatria seorang laki, menguji nyali melalui presean.

Selain digelar jelang perayaan HUT RI, Presesan juga sering digelar dalam acara - acara besar dan even kebudayaan nasional maupun internasional yang pernah digelar di NTB, seperti even vestival bau nyale (tangkap cacing laut), tambora menyapa dunia, Hari Pers Nasional (HPN) maupun even acara kebudayaan lain.

Presean sendiri adalah kesenian asli dari Lombok yang sudah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan di Lombok yang pada mulanya merupakan semacam latihan pedang dan perisai sebelum berangkat ke medan perang yang digelar raja - raja di Lombok tempo dulu.

Pada perkembangannya presean kemudian menjadi pameran kesenian tradisional Lombok yang banyak menarik perhatian masyarakat dan wisatawan mancanegara, tetap ada dan selalu digelar setiap hari besar atau even kebudayaan.

Dalam pagelaran seni presean, setiap pepadu biasanya akan adu ketangkasan, saling serang menggunakan rotan diiringi musik tradisional gendang beleq sambil sesekali menari dan bagi pepadu paling sering terkena sabetan rotan selama lima ronda, maka akan dinyatakan kalah.

Uniknya dalam seni presean, setiap pepadu menggunakan pakaian tradisional dan ikat kepala dari kain tenun khas Lombok dan selama bertarung hanya diperbolehkan memukul lawan menggunakan rotan hanya pada bagian badan atas, mulai dari kepala sampai pusar, sementara bagian bawah tidak diperbolehkan dan bagi bagi pepadu yang melanggar akan langsung dinyatakan gugur alias kalah.

Meski presean bisa dibilang kesenian yang tergolong ekstrim atau berbahaya. Karena pada saat orang melakukan dan mengikuti presean pasti seluruh tubuh mereka lebam dan berdarah akibat dari rotan yang di pakai dalam presean.

Tapi dari situ pemuda-pemuda Lombok menemukan keseruan tersendiri dalam mengikuti kesenian Presean tersebut, semua larut dalam kegembiraan dan persaudaraan, tidak ada permusuhan, bahkan wisatawan asing yang ikut menonton juga tidak jarang ikut mencoba adu nyali dan ketangkasan dengan sesama wisatawan.(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: