MINGGU, 14 AGUSTUS 2016

MALANG --- Hujan deras yang mengguyur kota Malang kemarin sore hingga malam, rupanya berdampak pada kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) yang di adakan oleh Gerakan Kwartir Ranting dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Klojen untuk memperingati hari Pramuka tahun ini. Beberapa kegiatan untuk memeriahkan jalannya acara tersebut terpaksa tidak dapat lakukan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.


"Kemarin sore itu sebenarnya sudah ada beberapa kegiatan yang siap untuk laksanakan, tapi tiba-tiba turun hujan deras hingga malam hari dan terpaksa peserta kami evakuasi kedalam gedung," ungkapnya, Minggu (14/8/2016).

Namun begitu, ia mengaku bangga kepada peserta PERSAMI yang kebanyakan adalah siswa siswi kelas 4-6 Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, meskipun semalaman di guyur hujan deras namun mereka tetap semangat mengikuti kegiatan PERSAMI hingga hari ini.

"Kemarin sebenarnya kami sudah tawarkan untuk pulang, tapi ternyata mereka justru memilih untuk melanjutkan kegiatan ini sampai selesai," ungkapnya. 


Bahkan jika kita tawarkan untuk menambah hari untuk berkemah, kemungkinan besar mereka akan mau, imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa seharusnya pagi ini di gelar upacara Hari Pramuka, tapi karena kondisi tidak memungkinkan akhirnya mereka hanya mengikuti apel. Disebutkan, untuk kegiatan hari ini selain apel juga ada pementasan tari topeng dan pawai topeng.


"Kalau tadi malam tidak hujan dan kondisinya kondusif, sebenarnya saya ingin mengenalkan sejarah asal usul topeng Malangan. Kita juga sudah mendatangkan sesepuh yang paham mengenai sejarah topeng Malangan,"ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tiap-tiap sekolah harus membawa topeng Malangan untuk mengikuti pawai topeng hari ini. Melalui tari dan pawai topeng Malangan kami ingin mengenalkan kepada masyarakat terutama para peserta PERSMI sendiri mengenai topeng Malangan. Sehingga kegiatan Pramuka disini tidak hanya bermain, bernyanyi dan tepuk tangan saja tetapi juga dapat belajar mengenai kebudayaan daerahnya sendiri,(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: