RABU, 3 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, pertumbuhan kinerja Pos Indonesia cabang Balikpapan tumbuh atau meningkat sepanjang semester I/2016 sebesar 13%.

Hari Sumaryono Kepala Cabang Pos Indonesia Balikpapan
Kepala cabang PT Pos Indonesia Balikpapan Hari Sumaryono mengungkapkan ada penurunan arus pengiriman barang dan penggunaan jasa-jasa lainnya pada bulan-bulan biasa cukup terasa. Tonase paket yang dikirim berkurang dan loket-loket layanan lebih sepi.

"Masih belum pulihnya kondisi perekonomian daerah salah satu penyebab utama penurunan tonase paket dan penggunaan jasa lainnya. Turunnya pertambangan batu bara memberikan multiplyer effect pada kinerja sektor lainnya," terangnya saat ditemui Rabu (3/8/2016).

Hari menjelaskan pada jasa layanan wesel pos yang umumnya digunakan oleh warga pendatang yang juga merupakan pekerja pertambangan, kini menurun drastis akibat banyaknya pekerja yang dipulangkan oleh perusahaannya.

Bulan Ramadhan yang diperkirakan bisa mendongkrak pendapatan Pos Balikpapan, namun belum menaikkan pendapatan secara signifikan. Kendati demikian untuk pengiriman wesel tetap mengalami peningkatan.

Agar tidak terjadi penurunan yang cukup drastis, pihaknya menggencarkan penguatan bisnis pada pangsa yang lain. 

"Penguatan bisnis itu dengan memilih pengguna-pengguna skala korporasi besar. Sekarang Pos Indonesia Balikpapan telah melayani kebutuhan mailing room untuk perusahaan besar dan pemerintah kota," pungkasnya.

Selain itu, Pos Indonesia Balikpapan juga menggencarkan layanan Pos Prima. Layanan baru diluncurkan di kota minyak pada Maret itu kini telah meraup pendapatan sebesar Rp250 juta lebih. Adapun layanan yang diberikan nyaris serupa dengan jasa Gojek, berbasis website dan petugas Pos Indonesia akan mengambil paket yang hendak dikirim.(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: