RABU, 24 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Mohammad Sanusi, mantan Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra tersebut sebelumnya memang sudah ditetapkan sebagai seorang tersangka terkait dalam kasus perkara suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mohammad Sanusi sedang duduk di kursi persidangan di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta
M. Sanusi saat ini sedang menjalani persidangan perdana atau persidangan pertamanya di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 2, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu siang (24/8/2016).

M. Sanusi tersebut sebelumnya diketahui telah didakwa oleh KPK telah terlibat dalam kasus suap, baik secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi DKI Jakarta.

Raperda Provinsi DKI Jakarta tersebut terkait dengan pembahasan proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta atau Teluk Jakarta. Awalnya persidangan di Gedung Tipikor Jakarya dijadwalkan pada pukul 10:00 WIB, namun ternyata persidangan baru dimulai pada pukul 11:00 WIB.

Pantauan Cendana News langsung dari Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, terdakwa M. Sanusi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat tampak terlihat sedang duduk di kursi persidangan.

Suasana persidangan Mohammad Sanusi
Sementara itu, Muhammad Taufik, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga kebetulan sebagai kakak kandung dari M. Sanusi juga tampak terlihat hadir dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, untuk memberikan dukungan dan semangat  kepada adiknya saat menjalani persidangan.

Perlu diketahui sebelumnya, M. Sanusi telah diamankan oleh KPK dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT), selain mengamankan M. Sanusi, KPK juga berhasil mengamankan Trinanda Prihantoro, karyawan PT. Agung Podomoro Land dan beberapa barang bukti, salah satunya adalah uang tunai sebesar 2 miliar Rupiah.

Dalam pengembangan penyelidikan yang dilakukan oleh KPK, terungkap bahwa uang tunai senilai 2 miliar tersebut ternyata berasal dari Ariesman Widjaja, yang belakangan diketahui sebagai Direktur PT. Agung Podomoro Land, anak perusahaan PT. Agung Podomoro Group, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan pengembang apartemen dan perumahan di Jakarta.

Mohammad Sanusi mengatakan "benar ini memang merupakan persidangan perdana saya di Gedung Tipikor Jakarta, setelah sebelumnya saya sempat menjalani masa perpanjangan penahanan beberapa kali selama dalam pemeriksaan di Gedung KPK, insya allah saya siap menjalani persidangan" katanya sebelum persidangan dimulai, Rabu siang (24/8/2016).
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: