MINGGU, 7 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Setiap menjelang HUT Kemerdekaan RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus setiap kantor pemerintah dan swasta, berbagai tempat usaha hingga rumah penduduk selalu dihiasi umbul-umbul dan bendera Merah Putih. Selain itu, kendaraan bermotor pun tak ketinggalan.


Memanfaatkan kesempatan ini, Edi Haryadi bersama 5 temannya dari Bandung setiap tahun mendatangi kota Maumere kabupaten Sikka guna menjual umbul-umbul dan bendera Merah Putih berbagai ukuran dan model.

Ditemui Cendana News Minggu (7/8/2016) pagi di samping kantor Pos dan Giro di jalan Achmad Yani Maumere, Edi sapaan akrab pria kurus bertubuh jangkung ini, sedang memasang tali di tiang yang di tanam untuk memajang barang dagangannya.

“Saya dan lima teman datang pertengahan bulan Juli dengan menumpang kapal Pelni dari Surabaya. Kami menyewa kos selama dua bulan di kota Maumere,” ungkapnya.

Edy  menuturkan, sejak tahun 2008 dirinya bersama ketiga rekannya selalu datang ke Maumere untuk berjualan umbul–umbul serta bendera Merah Putih beraneka jenis dan ukuran. Pertama berjualan di Flores pada tahun 2008 di kota Larantuka.

Sejak itu tahun 2009 ungkap pria asli Sunda ini, hingga sekarang selalu berjualan di kota Maumere. Tahun 2016 sebutnya, memasuki akhir bulan Juli belum banyak pembeli yang membeli barang dagangannya.

“Kalau tahun lalu, akhir Juli sudah banyak kantor-kantor yang membeli umbul-umbul dan bendera tapi tahun ini sudah awal Agustus penjualannya masih sepi saja,” ungkapnya.

Keuntungan yang didapat Edy juga lumayan. Setelah dipotong ongkos dari Bandung ke Surabaya sebesar 150 ribu rupiah, biaya kapal 400 ribu rupiah sekali jalan serta sewa kost 400 ribu sebulan dan biaya makan, Edy bisa mengantongi keuntungan bersih 1,5 juta hingga 2 juta rupiah. Edy bersama 5  rekannya masing –masing membawa 4 karung ukuran besar sebanyak 250 kodi.

“Rencana tahun depan kami kesini lebih cepat. Awal bulan Juli kami sudah disini. Kami ingin jual baju kaus olahraga dan kaus sepakbola team nasional dan lainnya terlebih dahulu baru jualan umbul–umbul dan bendera di bulan Agustus. Kami juga sedang melihat peluang membawa barang lainnya untuk dijual, “ terangnya.


Untuk setiap bendera ukuran kecil yang diapasang pada motor dan mobil yang dijual seharga 5 sampai 10 ribu rupiah, Edy mendapat keuntungan 2 sampai 4 ribu rupiah sedangkan untuk ukuran besar keuntungan yang didapat berkisar antara 10 hingga 15 ribu rupiah. Untuk umbul – umbul keuntungan yang didapat juga hampir sama, berkisar 10 sampai 20 ribu rupiah sebuah.

Pertama berjualan Edy bersama rekan - rekannya pernah ditegur Satpol PP tapi setelah meminta ijin, mereka diperbolehkan berjualan di pinggir jalan samping trotoar asal tidak menggelar dagangan di atas trotor dan mengganggu pejalan kaki.

Sebagai wong cilik Edy berharap agar perayaan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus ke depannya lebih semarak lagi, Dirinya melihat masih banyak warga yang belum memasang bendera Merah Putih di rumahnya meski hanya setahun sekali.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: