KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Seperti yang diberitakan kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan "kopi sianida" telah menghadirkan seorang saksi ahli Psikologi, salah satunya adalah Antonia Ratih Adjayani, namun rupanya Jaksa menilai bahwa keterangan dari yang bersangkutan dinilai masih kurang lengkap.

Natalia Widiasih, ahli Psikologi (duduk di kursi) sedang bersaksi dalam persidangan Jessica Kumala Wongso
Maka dengan demikian JPU akhirnya memutuskan untuk kembali menghadirkan seorang saksi yaitu seorang ahli Psikologi, salah satunya adalah Natalia Widiasih. Natalia Widiasih belakangan diketahui bekerja sebagai Ahli Psikologi Forensik, dirinya tampak terlihat memasuki Ruang Sidang Mr. Koesoemah Admadja 2 pada sekitar pukul 10:30 WIB.

Menurut Hidayat Bostam S.H., seorang anggota kuasa hukum sekaligus pengacara Jessica Kumala Wongso mengatakan "agenda persidangan hari ini masih tetap sama dengan persidangan Jessica sebelumnya, yaitu menghadirkan seorang saksi ahli Psikologi lainnya, mungkin menurut JPU keterangan ahli Psikologi sebelumnya" katanya sebelum persidangan Jessica dimulai, Kamis pagi (18/8/2016).

"Kita lihat saja nanti dalam persidangan, apakah hari ini pihak JPU akan menghadirkan saksi lainnya selain saksi ahli, itu memang hak dari JPU, namun perlu dicatat hingga saat ini belum ada satupun keterangan saksi-saksi yang mengaku melihat langsung pada saat Jessica memasukkan sesuatu kedalam Es Gelas Kopi yang sempat diminum oleh korban I Wayan Mirna Salihin" kata Hidayat Bostam kepada wartawan.

Hidayat Bostam S.H., pengacara dan kuasa hukum Jessica Kumala Wongso
Pantauan Cendana News langsung dari dalam Ruang Sidang Mr. Koesoemah Admatdja 2, PN Jakarta Pusat, hingga berita ini ditulis, saat ini saksi ahli Psikologi masih memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh JPU dalam kesaksiannya di depan Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sementara itu, terdakwa Jessica Kumala Wongso saat ditanya oleh Majelis Hakim, menolak dengan tegas dan mengaku keberatan terhadap semua keterangan dan kesaksian dari Antonia Ratih Adjayani, saksi ahli Psikologi yang sebelumnya dihadirkan oleh JPU. Jessica mengatakan kepada Mejelis Hakim bahwa pernyataan Antonia Ratih Adjayani sebagai saksi ahli banyak yang tidak benar, tidak konsisten dan tidak netral.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: