RABU, 3 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2016 sebesar 0,08 persen.


Penurunan angka ini, kata Fadli, jauh dari nilai tukar petani Sebelumnya, untuk itu, Fadli meminta pemerintah agar lebih memperhatikan kesejahteraan bagi para petani. Sebab, sepanjang tahun 2016, hanya sekali nilai tukar petani yang naik, yakni pada bulan Mei. Itupun lebih karena dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas pertanian menjelang puasa.

Jelas Fadli, Sejak November 2015, NTP terus turun drastis. Begitu juga yang terjadi pada bulan Juni lalu.

"Jadi, dalam sembilan bulan terakhir, NTP hanya sekali naik. Saya kira hal ini harus diperhatikan betul oleh pemerintah,” kata Fadli dalam rilis yang diterima Cendana News di Jakarta, Rabu, (3/8/2016).

Ia memaparkan, sejak Januari 2016, secara berturut-turut nilai tukar petani mengalami penurunan 0,27 persen (Januari); 0,31 persen (Februari); 0,89 persen (Maret); 0,51 persen (April); naik 0,43 persen (Mei); turun 0,08 persen (Juni); dan turun kembali 0,08 persen pada bulan Juli kemarin.

Hal ini menurutnya, akan juga mempengaruhi kedalaman kemiskinan dari 1,84 pada September 2015 menjadi 1,94 pada Maret 2016. 

Nah, ini berarti orang miskin makin jatuh pada jurang kemiskinan. Sementara indeks keparahan kemiskinan secara nasional juga meningkat dari 0,51 ke 0,52.

Dikatakan, di desa, angkanya lebih tinggi lagi, karena indeks keparahan kemiskinan naik menjadi 0,79 dari 0,67. Jadi, turunnya nilai tukar petani yang konsisten sejak akhir tahun lalu itu sebangun dengan meningkatnya indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan, terutama di perdesaan.

"Jadi saya minta pemerintah lebih memperhatikan NTP tersebut, agar tidak selalu terus menerus turun, demi kesejahteraan petani kita," pungkasnya(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: