RABU, 10 AGUSTUS 2016

KENDARI --- Pada hari Rabu  10 Agustus 2016 sekitar pukul 05.30 WITA bertempat di Dusun 1/ Rw 1 Desa Bondoala Kec. Sampara Kab. Konawe telah terjadi penembakan terhadap korban atas nama Alosutisna (34).


Korban adalah lelaki Suku Bugis Palopo yang berprofesi sebagai sopir. Diketahui bahwa korban beralamat di Dusun 03 Desa Lamundowo Kec. Andowia Kab. Konawe Utara. Penembakan diduga dilakukan oleh Brigadir Agustinus Anggota Polresta Kendari.

Menurut keterangan yang dihimpun Cendana News di TKP, salah satunya informasi yang didapat dari Endang (56). Endang menjelaskan bahwa :

Sekitar pukul 03.00 WITA Alosutisna berangakat sendiri dari rumahnya dengan mengendari mobil Dam Truk warna hijau dengan Nopol DT 9017 UM. Alosutisna membawa kayu dolken kelas 3 jenis sengon ukuran 4 meter sebanyak sekitar 4 kubik untuk dijual di bangsal milik Kamsir di Desa Totombe Kec. Sampara Kab. Konawe

Kemudian diperkirakan sekitar pukul 05.00 WITA Alosutisna tiba di Desa Bondoala kemudian dibuntuti oleh satu unit Mobil kijang warna silfer DT 2799 CE yang dikendarai oleh oknum anggota polisi yg akhirnya diketahui bernama Brigadir Agustinus bersama satu orang rekannya.


Karena Alosutisna merasa diikuti oleh mobil kijang yang ia duga polisi, akhirnya berusaha meloloskan diri dengan cara balik arah mobil sambil membuang muatanya namun saat itu sudah dihadang oleh mobil oknum polisi.

Selanjutnya, salah seorang oknum polisi turun dari mobilnya untuk menemui sopir (korban) dan langsung terjadi pertengkaran adu mulut dengab korban.

Setelah adu mulut terjadi, oknum polisi mengeluarkan tembakan satu kali ke atas karena kaget dan panik korban berusaha meloloskan diri, namun oknum polisi tersebut langsung mengeluarkan tembakan ke dua dimana tembakan tersebut diarahkan ke korban dan mengenai pintu kaca mobil sebelah kanan sehingga mengenai leher sebelah kanan korban.

Setelah melihat kejadian, oknum polisi tersebut langsung berteriak minta tolong pada warga setempat dan mengaku dirinya dari Anggota Polda Kendari namun warga yang ada di TKP takut sehingga salah satu warga yang bernama Endang (saksi) berusaha membantu


mengangkat korban ke mobil oknum yang dikendarai oleh polisi tersebut untuk membawa korban ke RS Bhayangkara di Jln.Gunung meluhu No.7 Kendari. Saat korban hendak dilarikan ke rumah sakit. diduga kondisi korban sudah meninggal dunia.

Pukul 07.20 WITA korban tiba di RS Bhayangkara dan langsung diotopsi dan diangkat proyektil yang bersarang di leher korban.

Otopsi dilakukan dengan dipimpin oleh Dr. Mauluddin M,S.Sos, MH, pangkat Kompol, Nrp 76030928 (Dokes Rs.Bhayangkara)

Pukul 10.00 WITA otopsi dinyatakan selesai dan pihak rumah sakit menunggu keluarga korban untuk membawa korban ke rumah duka 

Akibat dari tindakan brutal tersebut, nyawa Alosutisna tidak bisa diselamatkan. Sedangkan kerugian materil adalah kaca pintu mobil yang dikendarai korban pecah.

Terkait kejadian ini, Kapolres Kendari AKBP Sigid Haryadi SIK saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara masih enggan berkomentar. Cendana News hanya mendapatkan informasi bahwa Kapolres akan turut mengantar jenazah korban ke kampung halamannya di Konawe Utara(Siddiq Muharam)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: