JUMAT, 12 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Otto Hasibuan S.H., Ketua tim kuasa hukum sekaligus pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso menyatakan bahwa pihaknya telah secara resmi mengirimkan surat permohonan kepada kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dan Komisi Yudisial (KY) pada hari Selasa (9/8/2016), mereka memohon agar salah satu anggota Majelis Hakim yaitu Binsar Gultom S.H., agar segera diganti dengan hakim lainnya.

Otto Hasibuan S.H., Ketua Tim Kuasa Hukum dan Pengacara Jessica Kumala Wongso
Selain mengirimkan surat permohonan, tim kuasa hukum dan pengacara Jessica juga mendatangi kantor Komisi Yudisial secara langsung. Mereka meminta Komisi Yudisial untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap hakim Binsar Gultom, karena dinilai telah melanggar kode etik sebagai seorang hakim saat dirinya selama ini  menjadi salah seorang anggota Majelis Hakim dalam persidangan Jessica di PN Jakarta Pusat.

"Kemarin teman-teman dari tim kuasa hukum dan pengacara Jessica secara resmi telah melaporkan kepada Komisi Yudisial terkait dengan adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Binsar Gultom, salah seorang anggota Majelis Hakim dalam kasus perkara persidangan yang menyangkut klien kami yaitu Jessica Kumala Wongso" demikian dikatakan Otto Hasibuan, ketua tim pengacara sekaligus kuasa hukum Jessica Kumala Wongso kepada wartawan, Jumat pagi (12/9/2016).

Otto Hasibuan mengatakan "yang kami persoalkan adalah ucapan saudara Binsar Gultom dalam persidangan Jessica beberapa waktu yang lalu, dimana Binsar Gultom pernah mengatakan bahwa seorang terdakwa dapat dihukum meskipun tidak ada saksi-saksi yang melihat perbuatannya baik secara langsung maupun tidak langsung, menurut kami ucapan Binsar Gultom tersebut merupakan sebuah opini seperti kesimpulan dan keputusan yang dibuatnya sendiri" katanya kepada wartawan.

Menurut Otto Hasibuan, pernyataan Hakim Binsar Gultom tersebut bukan mencerminkan kapasitas dirinya sebagai seorang anggota Majelis Hakim, Binsar Gultom bertindak seolah-olah seperti seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tugas pokok dan fungsinya memang melakukan penuntutan dan pembuktian dalam suatu kasus perkara persidangan di pengadilan.

Dalam surat permohonan atas nama James Pangaribuan S.H., seorang tim kuasa hukum pengacara kepada Komisi Yudisial menyatakan bahwa pernyataan Binsar Gultom dalam persidangan Jessica tersebut diduga telah melanggar Kode Etik Hakim sesuai dengan Peraturan Bersama Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 02/PB/MA/IX/2012.

Selain itu, menurut tim kuasa hukum dan pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso menilai bahwa pernyataan Binsar Gultom dalam persidangan di PN Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu diduga juga melanggar kode etik hakim seusai dengan keputusan Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Nomor 02/PB/P.KY/09/2012, tentang panduan penegakan kode etik dan pedoman perilaku seorang hakim.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: