KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Memasuki hari keempat  yang dikemas dalam pameran agribisnis dan tanaman holikultura di acara Musabbaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN), Nusa Tenggara Barat (NTB), bawang petani Kabupaten Bima dan produk olahan pertanian paling banyak dibeli.


"Sejak mulai dibuka pada minggu, bawang merah yang kami sediakan di acara pameran agribisnis dan tanaman holtikultura MTQN banyak dibeli warga yang berkunjung" kata petani bawang asal Kabupaten Bima, Ahmad Salam, Kamis (4/8/2016).

ia mengatakan, bersama ketiga temannya, datang membawa bawang merah dari Kabupaten Bima di acara pameran awalnya memang murni untuk memeriahkan pameran MTQN, tidak ada niat untuk menjual.

Karena memang dari Dinas Pertanian permintaannya murni hanya untuk pameran dan promosi, tapi karena banyak warga yang mau membeli, kita berikan dengan harga yang juga cukup murah dibandingkan harga pasar, yaitu 25 ribu perkilo.

"Kalau di pasar harga bawang merah sampai 35 ribu, tapi di lokasi pameran kita jual dengan harga 25 ribu dan hanya dalam tiga hari, bawang sebanyak satu ton, semuanya habis terjual" kata Salam.

Rusdi, peserta pameran produk olahan hasil pertanian juga mengaku tidak menyangka produk olahan berupa dodol maupun anek jajanan produk olahan dari hasil pertanian bisa banyak dibeli.

"Dari hari pertama pameran, cukup banyak produk olahan pertanian yang terjual, mengingat banyaknya pengunjung dari warga NTB maupun luar NTB" pungkasnya.(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: