SABTU, 6 AGUSTUS 2016

SEKITAR KITA --- Setelah adanya relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Taman Adipura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus dikeluhkan. Pasalnya para pedagang tersebut mulai merasa kebingungan, sebab dagangan yang mereka jajakan tidak laku seperti di tempat semula, sehingga minimnya pendapatan yang diperoleh belum mampu penuhi kebutuhan biaya pendidikan anaknya.

Suasana PKL pasca relokasi
Dengan kondisi tempat baru yang sangat tidak memungkinkan bagi pedagang dalam mencari sebuah penghasilan sangat berdampak buruk. Mengingat kebutuhan biaya dalam memenuhi kehidupan sehari-hari serta biaya pendidikan anaknya akan kelimpungan, karena barang dagangan yang mereka jual sepi pembeli, akibatnya pendapat yang mereka peroleh belum cukup penuhi belanja serta biaya sekolah anaknya.

“Kalau seperti kondisinya kami terus kebingungan untuk mendapatkan penghasilan yang layak, karena kami punya anak kuliah yang membutuhkan biaya. Jadi dengan relokasi ini mematikan penghasilan kami untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah anak, makanya ini harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah ini,” kata Nadiya (40), salah seorang pedagang es doger, Sabtu (6/8/2016).

Nadiya (40), salah seorang pedagang es doger yang direlokasi
Disebutkan, bahwa dengan kebutuhan yang cukup tinggi, pasca adanya relokasi banyak pedagang mulai resah, sebab mata pencaharian sebagai pedagang tidak lagi menunjang terhadap kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sehingga pemindahan tempat bagi pedagang tersebut bukanlah sebuah solusi, melainkan hanya menambah beban kesengsaraan pedagang yang direlokasi.

“Selain biaya pendidikan, kami juga punya cicilan ke Bank, makanya jika pendapatan menurun seperti ini mau dapat uang dari mana. Karena modal yang kami gunakan untuk usaha merupakan pinjaman dari Bank, tetapi sejak dipindah penghasilan yang diperoleh belum nutut (cukup) untuk bayar cicilan ke Bank,” jelasnya sambil meneteskan air mata saat ditemui Cendana News.

Seharusnya pemerintah daerah terlebih dahulu mencari solusi bagi para pedagang sebelum melakukan relokasi, karena hal ini menyangkut masalah kebutuhan hidup masyarakat yang menjadi pedagang. Sehingga jika kondisinya sangat tidak memungkinkan dan penghasilan yang diperoleh cukup minim, akhirnya pedagang menjadi korban sebuah kebijakan yang tidak berpihak terhadap rakyat kecil. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: